Pasar tradisional jarang dievaluasi menggunakan pendekatan sistematis berbasis data, sehingga menciptakan kesenjangan dalam literatur manajemen kualitas di sektor layanan publik. Penelitian ini mengadaptasi metode Statistical Quality Control (SQC) yang lazim diterapkan dalam manufaktur untuk menganalisis kualitas fasilitas dan pelayanan di Pasar Pagi Samarinda, pasar tradisional yang baru saja menjalani revitalisasi di Kalimantan Timur. Lima alat SQC digunakan, yaitu check sheet, diagram batang, diagram Pareto, P-Chart, dan diagram fishbone. Kuesioner skala Likert disebarkan kepada 52 pengunjung pasar, mencakup variabel kenyamanan dan fasilitas, kebersihan lingkungan, keamanan, serta pelayanan petugas sebagai variabel bebas, dengan kualitas pasar sebagai variabel terikat. Hasil menunjukkan 15 dari 17 indikator berada dalam kategori baik (rata-rata 3,41-4,20), sementara dua indikator kebocoran atap dan papan petunjuk arah masih berkategori cukup. P-Chart mengonfirmasi seluruh karakteristik masih berada dalam batas kendali statistik. Analisis Pareto mengidentifikasi kenyamanan dan fasilitas (38%) serta pelayanan petugas (25%) sebagai masalah dominan yang secara kumulatif menyumbang 63% total ketidakpuasan. Analisis fishbone menelusuri akar masalah pada kerusakan atap dan drainase, keterbatasan parkir, serta rendahnya responsivitas petugas. Penelitian ini membuktikan SQC dapat diterapkan secara efektif untuk evaluasi kualitas layanan publik. Diperlukan perbaikan infrastruktur fisik, pelatihan petugas, dan sistem evaluasi berbasis data yang berkelanjutan.