Kualitas dan integritas laporan keuangan merupakan aspek penting dalam menjaga akuntabilitas, transparansi, serta kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap perusahaan jasa. Di tengah perkembangan praktik akuntansi modern yang memiliki orientasi pada standar global, nilai-nilai budaya lokal dapat berperan sebagai landasan etis yang memperkuat kualitas pelaporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai budaya Sunda dalam praktik penyusunan financial statements serta implikasinya terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan jasa. Metode yang digunakan Adalah studi literatur dengan pendekatan analisis konseptual berdasarkan dari berbagai sumber ilmiah yang membahas budaya Sunda, etnoakuntansi, Good Corporate Governance (GCG), dan kualitas laporan keuangan. Hasil kajian menunjukan bahwa nilai-nilai ke-Pasundanan seperti bener (kejujuran), bageur (tanggung jawab), silih asih (saling menghargai), Silih asah (saling mengembangkan pengetahuan), dan Silih Asuh (saling membimbing dan mengawasi) memiliki keselarasan dengan prinsip-prinsip GCG serta karakteristik kualitatif laporan keuangan. Analisis pada praktik pelaporan keuangan PT Satria Antaran Prima Tbk, menunjukan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi dapat dipahami sebagai implementasi nilai-nilai budaya tersebut dalam konteks bisnis modern. Dengan demikian, budaya Sunda dapat menjadi fondasi etis yang mendukung terciptanya laporan keuangan yang andal, transparan, dan akuntabel. Integrasi nilai budaya lokal ke dalam praktik akuntansi berpotensi memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan kualitas informasi keuangan yang dihasilkan.