Penelitian ini dilakukan berdasarkan premis urgensi pengintegrasian Kompetensi Abad ke-21 (Empat C) yang meliputi Berpikir Kritis, Kreativitas, Komunikasi, dan Kolaborasi ke dalam kurikulum Pendidikan Matematika dengan menyediakan konteks pembelajaran autentik, khususnya dalam ekosistem bisnis digital. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengimplementasikan model pembelajaran kewirausahaan terintegrasi yang dijalankan melalui proyek Toko Online, dengan fokus pada mode perdagangan langsung di platform digital (Toko TikTok), untuk mengukur efektivitasnya dalam pengembangan simultan kompetensi empat C. Metodologi yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan studi kasus pada satu entitas kewirausahaan toko online yang aktif beroperasi. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi partisipan terhadap aktivitas perdagangan langsung dan wawancara mendalam dengan kontak kunci (pemilik dan staf pemasaran). Instrumen penelitian yang digunakan meliputi protokol wawancara terstruktur dan lembar observasi; data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi penerapan fungsional konsep matematika dan peran penting kompetensi empat C dalam struktur manajemen operasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proyek Perdagangan Daring berfungsi sebagai 'laboratorium empiris' yang memungkinkan penerapan fungsional konsep matematika dasar (perhitungan margin keuntungan, diskon, rasio konversi, dan analisis tren penjualan) dalam proses pengambilan keputusan strategis. Implementasi proyek ini secara efektif memfasilitasi pengembangan multidimensi Kompetensi Abad ke-21: Pemikiran kritis ditingkatkan melalui analisis data penjualan, kolaborasi diwujudkan melalui sinergi tim, komunikasi diasah melalui interaksi konsumen, dan kreativitas diwujudkan dalam perumusan strategi pemasaran. Oleh karena itu, integrasi pembelajaran kewirausahaan berbasis proyek dengan perdagangan langsung ditetapkan sebagai strategi pedagogis yang efektif dalam kerangka Pendidikan Matematika untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan kompetensi fungsional di abad ke-21.