Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Pekerjaan dengan Risiko Tendinitis pada Pekerja Pabrik Crude Palm Oil Muhammad Shendy Abiyyu Badi; Armanto Makmun; Sri Wahyuni Gayatri; Dahliah; Fadil Mula Putra
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 6 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v6i1.628

Abstract

Latar Belakang: Tendinitis pada pekerja industri dapat muncul akibat iritasi tendon yang dipicu aktivitas repetitif, beban fisik, dan postur kerja tidak ergonomis; bukti pada pekerja pabrik Crude Palm Oil (CPO) di Bontang masih terbatas. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dilakukan di PT Energi Unggul Persada Bontang pada Oktober–November 2025. Sampel 172 pekerja dipilih dengan total sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, studi dokumen, serta observasi menggunakan Numerical Pain Rating Scale (NPRS) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis bivariat menggunakan Spearman dan analisis multivariat regresi logistik. Hasil dan Pembahasan: Responden didominasi usia >18 tahun (98,8%), laki-laki (91,9%), masa kerja ≥1 tahun (89,5%), dan beban kerja berat (50,0%) terutama KCP Solvent Plant (21,5%). Keluhan fisik terbanyak pada pinggang (26,74%), bahu (18,60%), punggung atas (12,21%), dan lutut (11,05%); posisi kerja tidak ergonomis 63,37%. Regresi logistik menunjukkan keluhan fisik (Exp(B)=3,39; p=0,001), posisi tidak ergonomis (Exp(B)=2,86; p=0,004), dan beban kerja berat (Exp(B)=2,38; p=0,012) berpengaruh signifikan, sedangkan durasi kerja 8 jam tidak signifikan (p=0,621). Kesimpulan: Faktor ergonomi dan karakteristik pekerjaan lebih menentukan risiko tendinitis dibanding lamanya jam kerja, sehingga intervensi perlu difokuskan pada perbaikan postur, pengendalian beban, dan penanganan keluhan dini, serta rotasi tugas, jeda istirahat, dan edukasi ergonomi rutin secara berkelanjutan.