Ris Kristiana
Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penyuluhan Kanker Serviks, Pemeriksaan Pap smear, dan Elektrokardiografi di Kabupaten Bandung Ris Kristiana; Teja Koswara; Endah Hamidah Abas; Yuke Ireka; Oki Meilani Dewi; Putri Shakila; Aisya Putri; Putri Reski Widjayanti
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1227

Abstract

Di Indonesia, kasus kejadian dan kematian akibat kanker serviks menduduki peringkat kedua setelah kanker payudara. Oleh sebab itu, penting untuk menjalani pemeriksaan pap smear secara berkala. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari tridarma perguruan tinggi khususnya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Unjani yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran setiap individu akan pentingnya kesehatan terutama sebagai pencegahan terhadap gangguan kesehatan. Program pemeriksaan Pap smear dan penyuluhan tentang kanker serviks ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran setiap individu akan pentingnya kesehatan terutama sebagai pencegahan terhadap gangguan kesehatan yang mungkin terjadi. Program penyuluhan dan pemeriksaan Pap smear dilaksanakan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada tanggal 17 September 2025 dengan melibatkan dosen, laboran, dan mahasiswa FK Unjani. Kegiatan penyuluhan kanker serviks danpemeriksaan Pap smear serta EKG berhasil terlaksana. Hasil pemeriksaan Pap smear sebagian besar normal (67%), dengan sebagian kecil mengalami infeksi serviks, atrofi, atau kelainan epitel yang memerlukan evaluasi lanjutan. Dari 45 peserta pemeriksaan EKG, 11 orang menunjukkan kelainan dan telah dirujuk ke dokter spesialis jantung. Kegiatan ini efektif dalam mendeteksi kondisi kesehatan penting dan mendorong tindak lanjut medis pada peserta.