Rr. Desire Meria Nataliningrum
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Penularan TB Paru Kepada Penderita dan Keluarga Penderita TB Paru Rr. Desire Meria Nataliningrum; Cut Imanda; Rivaldy Adhyaksa; Achmad Mega N.F.; Susi Sitirahmawati; Novia R.A.
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1303

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terbanyak di Indonesia. Strategi pemerintah dengan program TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) dicanangkan sejak tahun 2020. Dukungan keluarga dalam pengobatan penderita TB paru sangat mempengaruhi keberhasilan program TOSS. Pengetahuan tentang TB paru yang dimiliki oleh anggota keluarga akan memberikan bantuan dalam pemutusan rantai penularan terutama penularan antar anggota keluarga penderita TB yang sudah terkonfirmasi. Kegiatan pengabdian masyarakat edukasi pencegahan penularan TB paru pada penderita dan keluarga penderita TB paru dilakukan di 7 desa wilayah Puskesmas Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan dilaksanakan dengan mendatangi rumah penderita TB paru yang masih menjalani pengobatan. Materi yang diberikan adalah pengetahuan tentang bakteri penyebab TB, cara penularan TB, tatalaksana TB, peran kepatuhan minum obat dalam keberhasilan TB, dukungan pengetahuan dan emosional dari keluarga TB. Edukasi masalah TB paru harus dilaksanakan secara terus menerus agar masyarakat dapat memahami permasalahan TB paru dengan baik yang pada akhirnya mendorong masyarakat untuk memperbaiki sikap dan perilaku dalam penanganan TB paru. Adanya bekal pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik akan menjadi dorongan besar dalam mendorong keberhasilan program TOSS sehingga target Indonesia bebas TB di tahun 2030 dapat tercapai.