Fina Lubnia Sari
Fakultas Keislaman, Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Madura, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Nilai Ekspor Minyak Sawit Indonesia: Perspektif Kerangka Berpikir J.M Keynes Hersiyah Hersiyah; Fina Lubnia Sari; Muhamad Bagus Junaidi; Mashudi Mashudi
-
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/almultazim.v6i1.27433

Abstract

Minyak sawit memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia. Sebagai salah satu komoditas unggulan di sektor pertanian, industri kelapa sawit mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan serta menjadi sumber devisa utama di luar sektor migas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika nilai ekspor minyak sawit Indonesia dan menilai relevansi teori ekonomi J.M. Keynes. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan penelusuran perpustakaan (library Research). Studi literatur, dan beberapa dokumen yang berkaitan dengan penelitian, seperti buku, memo, dan laporan penelitian, dikutip. Indonesia merupakan salah satu eksportir minyak sawit terbesar di dunia, di mana komoditas ini berperan penting sebagai sumber devisa nasional. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya fluktuasi signifikan ekspor minyak sawit yang dipengaruhi oleh pandemi Covid-19, perubahan permintaan global, serta gejolak harga komoditas dunia. Hasil kajian menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak sawit global dan pelemahan nilai tukar rupiah berkontribusi terhadap peningkatan ekspor, konsisten dengan perspektif Keynes bahwa daya saing harga dan kondisi moneter memengaruhi ekspor. Namun, penurunan ekspor pada beberapa periode menegaskan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap kondisi eksternal dan pasar komoditas global. Temuan ini menegaskan bahwa teori Keynes tetap relevan dalam menggambarkan dinamika ekspor Indonesia, namun penguatan sektor hilirisasi dan diversifikasi ekspor menjadi sangat penting.