Yeni Kusmawaty
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Riau Jl. H.R. Soebrantas Km. 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru, Riau.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Keberlanjutan Diversifikasi Aren dan Kelapa Sawit di Kabupaten Pelalawan Yeni Kusmawaty; Sispa Pebrian; Muhammad Arif Ansori; Novia Dewi; Susy Edwina; Evy Maharani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.1479-1488

Abstract

Diversifkasi aren dan kelapa sawit merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan pekebun. Penerapan diversifikasi masih mengalami beberapa kendala seperti, keterbatasan pengetahuan mengenai pola tanam, teknik pemanenan dan teknik pengawetan nira aren, minimnya sumber daya manusia penyadap, penerapan diversifikasi aren dan kelapa sawit yang masih rendah dan kurangnya intensitas penyuluhan dan pendampingan yang dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha tani nanas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik pekebun, menganalisis dan mendeskripsikan status keberlanjutan, menganalisis atribut sensitif yang mempengaruhi keberlanjutan diversifikasi aren dengan kelapa sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan jumlah sampel sebanyak 16 responden, yang menerapkan sistem perkebunan diversifikasi aren dan kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan yang diambil dengan metode snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan metode multidimensional scaling (MDS) dengan software RAP-Arenga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi aren dan kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan memiliki status yaitu cukup berkelanjutan dengan dimensi ekonomi, dimensi ekologi dan dimensi sosial memiliki status yaitu cukup berkelanjutan. Atribut sensitif pada dimensi ekonomi adalah tingkat produktivitas tanaman diversifikasi, status kepemilikan lahan, lembaga permodalan atau kredit dan luas lahan. Atribut sensitif pada dimensi ekologi intensitas penggunaan pupuk, tingkat serangan hama dan penyakit, pengendalian gulma hama dan penyakit, jumlah pokok tanaman aren dan intensitas penggunaan pestisida. Atribut sensitif pada dimensi sosial adalah pandangan pekebun terhadap diversifikasi, partisipasi keluarga, intensitas kegiatan penyuluhan, keikutsertaan dalam kegiatan penyuluhan.