Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pola Konsumsi dan Permintaan Kacang Tanah Pada Rumah Tangga Konsumen Kacang Tanah di Provinsi Lampung Nisrina Salsabila; Wuryaningsih Dwi Sayekti; Dyah Aring Hepiana Lestari
Journal of Food System & Agribusiness Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v10i1.4212

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pola konsumsi kacang tanah di wilayah perdesaan dan perkotaan, menghitung kontribusi energi kacang tanah terhadap konsumsi energi golongan kacang-kacangan, dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan kacang tanah rumah tangga konsumen kacang tanah di Provinsi Lampung. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2023. Jumlah sampel sebanyak 298 rumah tangga konsumen kacang tanah, dari total 10.433 rumah tangga sampel Susenas. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah konsumsi kacang tanah biji dan olahan oleh rumah tangga konsumen kacang tanah mencapai 2,35 kg/rumah tangga/bulan, dengan rata-rata konsumsi di perkotaan sebesar 2,46 kg/rumahtangga/bulan dan di perdesaan sebesar 2,32 kg/rumahtangga/bulan. Jika dilihat dari seluruh rumah tangga, rata-rata konsumsi kacang tanah sebesar 0,28 kg/rumahtangga/bulan. Untuk jenis kacang tanah biji, konsumsi oleh rumah tangga konsumen kacang tanah sebesar 2,07 kg/rumahtangga/bulan, pada jenis olahan bumbu pada makanan siomay/batagor sebesar 0,18 kg/rumahtangga/bulan dan pada makanan gado-gado/ketoprak/pecel sebesar 0,11 kg/rumahtangga/bulan. Sebagian besar kacang tanah yang dikonsumsi rumah tangga konsumen diperoleh dari pembelian. Kontribusi energi kacang tanah terhadap konsumsi energi golongan kacang-kacangan rumah tangga konsumen sebesar 62,43%, sedangkan untuk seluruh rumah tangga di Provinsi Lampung sebesar 17,73%. Harga kacang tanah berpengaruh nyata negatif dan pendapatan berpengaruh nyata positif terhadap permintaan kacang tanah rumah tangga konsumen kacang tanah di Provinsi Lampung.