Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pola konsumsi ubi jalar antara wilayah perdesaan dan perkotaan, kontribusi energi ubi jalar terhadap standar konsumsi energi umbi-umbian menurut Pola Pangan Harapan (PPH), dan faktor-faktor yang memengaruhi permintaan ubi jalar pada rumah tangga konsumen ubi jalar di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Susenas bulan Maret 2023, dengan sampel sebanyak 1.750 rumah tangga konsumen ubi jalar dari total 10.433 sampel rumah tangga Susenas di Provinsi Lampung dan terdiri dari 1.333 rumah tangga di wilayah perdesaan dan 417 rumah tangga di wilayah perkotaan. Analisis pola konsumsi dan kontribusi energi dilakukan secara deskriptif kuantitatif, untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan, digunakan pendekatan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi ubi jalar rumah tangga sebesar 1,23 kg/minggu, dengan lebih tinggi di wilayah perdesaan (1,28 kg/minggu) dibandingkan perkotaan (1,07 kg/minggu). Mayoritas rumah tangga, jumlah konsumsinya berada pada kategori rendah (0,1–3,3 kg/minggu), dan umumnya diperoleh dari pembelian. Kontribusi energi ubi jalar terhadap standar konsumsi energi umbi-umbian menurut PPH pada rumah tangga adalah 48,31 persen. Variasi permintaan ubi jalar dipengaruhi oleh harga ubi jalar, harga ubi kayu, pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, pendidikan ibu rumah tangga, usia kepala rumah tangga, dan tipe wilayah dengan permintaan ubi jalar di wilayah perkotaan lebih rendah dibandingkan wilayah perdesaan.