Klorofil merupakan pigmen hijau alami yang memiliki peran penting dalam fotosintesis serta berpotensi dimanfaatkan sebagai antioksidan dan pewarna alami pada industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis pelarut (aseton dan etanol) serta konsentrasi natrium bikarbonat (NaHCO₃) terhadap hasil ekstraksi klorofil dari daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun bayam (Amaranthus sp.). Penelitian dilakukan melalui dua tahap, yaitu persiapan bahan baku berupa pembuatan bubuk daun, kemudian ekstraksi selama 48 jam menggunakan pelarut sesuai perlakuan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, rendemen, pH, klorofil a, klorofil b, dan total klorofil. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut aseton menghasilkan kadar klorofil lebih tinggi dibandingkan etanol pada seluruh perlakuan. Konsentrasi NaHCO₃ 3% merupakan kondisi optimal dengan total klorofil tertinggi, yaitu 10,597% pada daun pepaya dan 9,616% pada daun bayam menggunakan pelarut aseton. Selain itu, pH netral hingga sedikit basa terbukti mampu menjaga stabilitas klorofil dan mencegah degradasi pigmen selama ekstraksi. Secara umum, daun pepaya memiliki kandungan klorofil lebih tinggi dibandingkan daun bayam. Dengan demikian, kombinasi pelarut aseton dan NaHCO₃ 3% merupakan perlakuan terbaik untuk ekstraksi klorofil, sedangkan daun pepaya berpotensi lebih besar sebagai sumber klorofil alami. Kata kunci: klorofil, daun pepaya, daun bayam, aseton, etanol, NaHCO₃.