Teja Cikal Sukmaya
Universitas Galuh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG SISTEM MAKLOON (Studi Kasus pada Peternakan Ayam Kampung Sistem Makloon di Desa Situmandala Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis) Teja Cikal Sukmaya; Agus Yuniawan Isyanto; Sudrajat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23736

Abstract

Peternakan merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan protein hewani, dan ayam kampung menjadi salah satu komoditas yang menunjang hal tersebut. Ayam kampung memiliki kemampuan adaptasi yang baik di berbagai wilayah dan potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan pada Peternakan Ayam Kampung Sistem Makloon  di Desa Situmandala Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis; 2) Faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman pada peternakan tersebut; serta 3) Strategi pengembangan usaha ternak ayam kampung di lokasi penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dilengkapi dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner kepada 10 peternak ayam kampung Sistem Makloon di Desa Situmandala yang diambil secara sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan utama adalah daya adaptasi ayam kampung yang tinggi, keunggulan rasa daging, serta kemudahan dalam pemeliharaan. Sedangkan kelemahan utamanya meliputi keterbatasan modal usaha, keterampilan manajemen yang terbatas, dan ketergantungan pada pemasok pakan. Faktor eksternal yang menjadi peluang adalah meningkatnya permintaan pasar, ketersediaan teknologi pemeliharaan yang efisien, dan dukungan pemerintah. Adapun ancaman utamanya meliputi fluktuasi harga pakan, risiko penyakit, dan kompetisi dengan peternak lain. Berdasarkan analisis tersebut, strategi pengembangan yang dapat diterapkan meliputi pemilahan dan penyortiran bibit DOC yang berkualitas, peningkatan mutu genetik, pemberian pakan dan vaksinasi yang tepat, perbaikan manajemen kandang, serta pemanfaatan peluang pasar melalui penjualan ke rumah makan atau rumah potong.