Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan petani dalam melakukan analisis usahatani melon hidroponik dengan sistem irigasi tetes sehingga kurang mengetahui kelayakan dari usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, tingkat penerimaan, serta pendapatan pada usahatani melon hidroponik dengan penerapan sistem irigasi tetes, sekaligus menilai kelayakan usahanya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif guna memperoleh informasi mengenai analisis usahatani melon hidroponik berbasis sistem irigasi tetes. Data yang dianalisis terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik analisis yang diterapkan adalah analisis deskriptif terhadap hasil kuesioner. Hasil penelitian menujukan bahwa : 1) Rata-rata biaya total usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes dalam satu kali proses produksi milik bapak Hilman Firmanudin sebesar Rp. 12.560.771 sedangkan milik bapak Darif Haidarifan sebesar Rp. 38.618.507, dengan total penerimaan yang diperoleh dalam satu kali proses produksi milik bapak Hilman Firmanudin sebesar Rp. 31.500.000 sedangkan milik bapak Darif Haidarifan sebesar Rp. 105.000.000. Dan pendapatan usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes milik bapak Hilman Firmanudin sebesar Rp. 18.939.229 sedangkan milik bapak Darif Haidarifan sebesar Rp. 66.381.493. 2) Rata-rata nilai R/C usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes sebesar 2,50 milik bapak Hilman Firmanudin dan R/C 2,71 milik bapak Darif Haidarifan. Dengan nilai R/C dari kedua responden pemilik usahatani melon hidroponik dengan sistem irigasi di Kecamatan Baregebeg dua-duanya memilik nilai R/C lebih dari 1 (satu), maka usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes di Kecamatan Baregbeg layak untuk dijalankan.