Adaptive reuse merupakan strategi konservasi yang bertujuan menghidupkan kembali bangunan heritage yang telah kehilangan fungsi awalnya, namun dalam penerapannya sering menimbulkan ketegangan antara kebutuhan fungsi modern dan upaya pelestarian nilai arsitektural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan karakter visual dan fungsional pada Bangunan Laswi Heritage setelah dialihfungsikan menjadi Nerd Laboratory Coffee & Creative Space, sekaligus mengevaluasi sejauh mana keseimbangan antara adaptasi dan pelestarian dapat dicapai. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif komparatif dengan pendekatan studi kasus tunggal, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta analisis dokumentasi historis bangunan. Proses analisis dilakukan menggunakan matriks komparatif yang mencakup lima aspek arsitektur, yaitu bentuk, fasad, interior, material, dan struktur bangunan untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan adaptive reuse. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan menyeluruh pada karakter fungsional bangunan sebagai dampak dari transformasi menjadi ruang komersial, disertai perubahan visual yang cukup signifikan terutama pada aspek interior dan material yang mengalami penyesuaian terhadap kebutuhan operasional dan kenyamanan pengguna. Meskipun demikian, bentuk dasar serta sistem struktur utama bangunan tetap dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai historis dan identitas arsitekturalnya. Dengan demikian, penerapan adaptive reuse pada Nerd Laboratory dapat dinilai berhasil dalam mencapai keseimbangan antara komersialisasi dan pelestarian melalui strategi retensi elemen utama bangunan serta adaptasi ruang yang fleksibel, sehingga bangunan tetap relevan secara fungsional tanpa kehilangan nilai sejarahnya serta mampu mendukung perkembangan ekonomi kreatif kawasan.