This Author published in this journals
All Journal Jurnal Voering
Sigit Hernowo
Politeknik Katolik Saint Paul

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBANDINGAN PERILAKU PENYIMPANGAN ETIKA PROFESIONAL DALAM BIDANG KONSTRUKSI DI MALAYSIA, AUSTRALIA, PAKISTAN DAN KENYAPERBANDINGAN PERILAKU PENYIMPANGAN ETIKA PROFESIONAL DALAM BIDANG KONSTRUKSI DI MALAYSIA, AUSTRALIA, PAKISTAN DAN KENYA Sigit Hernowo
Jurnal Voering Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Voering - Juli 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/166mt792

Abstract

Paper riset ini mengarah pada isu-isu etika yang berhadapan dengan industri konstruksi di Malaysia, Australia, Pakistan, dan Kenya. Hal ini untuk mebandingkan kerangka kerja untuk standar etika di keempat negara dengan latar belakang yang berbeda. Riset ini didasarkan pada identifikasi isu-isu etika yang dihasilkan dari berbagai riset melalui survei kuesioner, wawancara, dan telepon yang dilakukan melalui beberapa peneliti di negara-negara tersebut. Hasil penelitian mereka menjadi data sekunder yang digunakan untuk perbandingan dalam paper ini. Isu-isu etika mengacu pada standar yang digunakan di masing-masing negara.
RANCANG BANGUN TRAINER AIR CONDITIONER 1/2 PK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTIKUM SISTEM PENDINGIN Sigit Hernowo
Jurnal Voering Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Voering - Desember 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/05qg6c83

Abstract

Air Conditoner (AC) merupakan peralatan yang digunakan untuk memindahkan kalor dari ruangan residensial yang penggunaannya sudah cukup luas. Kebutuhan penggunaan AC mendorong kebutuhan tenaga ahli dan terampil pada bidang pendinginan yang dalam pendidikan dan pelatihannya memerlukan alat praktik. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membangun Trainer Air Conditioner yang dapat memenuhi kebutuhan praktikum Sistem Refrigerasi dan Pengkondisian Udara pada Sekolag Vokasi tingkat Perguruan Tinggi. Perancangan didasarkan pada kemudahan penggunaan dengan dasar ergonomic. Pembangunan dilakukan dengan menggunakan metode manukfaktur dasar dan pengujian dilakukan untuk mengetahui kecepatan pendinginan dan kebutuhan energi listrik. Hasil penelitian menunjukkan Trainer berfungsi dengan baik. Kinerja AC diukur dengan kecepatan pendinginan rata-rata 0,398 oC/menit. Kebutuhan listrik diperoleh tegangan rata-rata 217,2 V, arus 1,68 A dan daya 364,7 W atau 0,496 PK.    
ANALISIS DAYA LISTRIK YANG DIHASILKAN GENERATOR DENGAN PENGGERAK TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL Sigit Hernowo
Jurnal Voering Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Voering Juli 2025
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/adh3aa45

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat serta menurunnya cadangan energi fosil mendorong pengembangan sumber energi terbarukan, salah satunya energi angin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya listrik yang dihasilkan generator dengan penggerak turbin angin sumbu horizontal serta mengetahui pengaruh perubahan kecepatan angin terhadap daya aktual dan efisiensi sistem. Turbin angin dirancang menggunakan kombinasi komponen hasil permesinan dan material bekas, dengan sudu berbahan polimer berdiameter 350 mm dan generator hasil modifikasi motor kipas. Pengujian dilakukan secara eksperimental di dalam ruangan menggunakan fan sebagai sumber aliran angin dengan variasi kecepatan antara 3,5 m/s hingga 6 m/s. Parameter yang diukur meliputi kecepatan angin, tegangan keluaran, dan arus listrik, sedangkan daya aktual dihitung berdasarkan hasil pengukuran tegangan dan arus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan angin menyebabkan peningkatan daya listrik yang dihasilkan generator. Daya output maksimum yang diperoleh sebesar 3,12 Watt pada kecepatan angin 6 m/s, sedangkan efisiensi sistem berada pada rentang 20,26% hingga 28,50% dengan rata-rata sebesar 24,4%. Hubungan antara daya aktual dan kecepatan angin menunjukkan tren eksponensial mengikuti persamaan Pakt = 0,4677e0,3744V. Hasil penelitian membuktikan bahwa turbin angin sumbu horizontal berpotensi digunakan sebagai pembangkit listrik skala kecil, khususnya untuk daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional.