Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Algoritma Naïve Bayes Dan Decision Tree Untuk Analisis Sentimen Komentar Youtube Terhadap Tragedi Robohnya Musala Al-Khoziny Nauradhia Shofarianti Putri; Zaehol Fatah; Irma Yunita
JURNAL INFORMATIKA Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Informatika
Publisher : Informatics Engineering Department, Dayanu Ikhsanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jiu.v15i1.2692

Abstract

Keterbatasan dalam penanganan ketidakseimbangan data serta minimnya perbandingan algoritma pada analisis sentimen berbasis kasus lokal menjadi tantangan dalam menghasilkan model yang akurat. Pada peristiwa robohnya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, beragam opini publik di YouTube belum banyak dianalisis dengan pendekatan yang mempertimbangkan kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sentimen publik serta membandingkan kinerja algoritma Naïve Bayes dan Decision Tree pada data yang tidak seimbang. Data yang digunakan berupa kurang lebih 2.200 komentar yang dikumpulkan pada Januari–Maret 2026 melalui web scraping. Tahapan analisis meliputi preprocessing teks, pelabelan sentimen ke dalam kategori positif, negatif, dan netral, ekstraksi fitur menggunakan TF-IDF, serta penerapan SMOTE pada data latih untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas. Model kemudian dilatih dan diuji menggunakan kedua algoritma tersebut. Hasil menunjukkan bahwa Decision Tree unggul dengan accuracy sebesar 0,99 dan F-1 Scoresebesar 0,99, sedangkan Naïve Bayes memperoleh accuracy sebesar 0,68 dan F-1 Scoresebesar 0,74. Temuan ini menunjukkan bahwa penanganan data tidak seimbang dan pemilihan algoritma berpengaruh signifikan terhadap hasil analisis sentimen. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengembang sistem analisis sentimen yang bekerja dengan dataset berbahasa Indonesia, khususnya dalam konteks peristiwa sosial-keagamaan dengan distribusi kelas yang tidak seimbang.
Klasifikasi Sentimen Komentar Youtube tentang Tagar #KaburAjaDulu dengan Algoritma Naïve Bayes untuk Menggambarkan Persepsi Gen Z Indonesia Nauradhia Shofarianti Putri; Zaehol fatah
Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 April 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jamastika.v5i1.4672

Abstract

Tagar #KaburAjaDulu mencerminkan keresahan yang dirasakan Generasi Z di Indonesia mengenai dinamika sosial, ekonomi, dan politik saat ini. Fenomena ini sekaligus menggambarkan dorongan kuat untuk mencari peluang hidup yang dinilai lebih menjanjikan di luar negeri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kecenderungan sentimen masyarakat yang terekam dalam komentar YouTube, dengan memanfaatkan metode klasifikasi Multinomial Naive Bayes. Sebanyak 2.667 komentar dari 15 video dikumpulkan. Penelitian ini menganalisis sentimen dari komentar dengan melalui beberapa tahapan preprocessing (pemrosesan awal) data, yaitu normalisasi (penyeragaman format), tokenisasi (pemecahan teks menjadi kata-kata), penghapusan stopword (kata-kata umum yang tidak relevan), dan stemming (pengembalian kata ke bentuk dasar). Selanjutnya, semua komentar diberi label sentimen secara manual menjadi positif, negatif, atau netral. Untuk mengatasi masalah ketidakseimbangan jumlah data antar kelas sentimen, digunakan teknik Random Oversampling. Setelah itu, data dibagi menjadi set pelatihan dan pengujian. Algoritma yang dipilih untuk klasifikasi adalah Multinomial Naive Bayes, karena dianggap paling sesuai untuk menangani karakteristik teks yang singkat dan tidak formal. Hasil penilaian menggunakan berbagai indikator seperti akurasi, presisi, recall, dan F1-score menunjukkan bahwa model bekerja secara konsisten, dengan akurasi yang mencapai 89,3%. Temuan ini memberikan gambaran mengenai ekspresi digital Generasi Z sekaligus memperlihatkan efektivitas pendekatan klasifikasi teks dalam analisis opini berbasis media sosial. Kata Kunci: Analisis sentimen, YouTube, Naive Bayes, Generasi Z, klasifikasi teks.  The hashtag #KaburAjaDulu reflects the anxiety felt by Generation Z in Indonesia regarding current social, economic, and political dynamics. This phenomenon also illustrates a strong urge to seek out opportunities for a better life abroad. This study aims to identify trends in public sentiment recorded in YouTube comments, using the Multinomial Naive Bayes classification method. A total of 2,667 comments from 15 videos were collected. This study analyzes sentiment from comments through several stages of data preprocessing, namely normalization (format standardization), tokenization (breaking text into words), stopword removal (irrelevant common words), and stemming (returning words to their basic form). Next, all comments were manually labeled as positive, negative, or neutral. To overcome the problem of data imbalance between sentiment classes, the Random Oversampling technique was used. After that, the data is divided into training and testing sets. The algorithm chosen for classification is Multinomial Naive Bayes, as it is considered the most suitable for handling short and informal text characteristics. Evaluation through metrics such as accuracy, precision, recall, and F1-score indicates that the model performs consistently, achieving an accuracy of 89.3%. These findings provide an overview of Generation Z's digital expressions while demonstrating the effectiveness of the text classification approach in social media-based opinion analysis. Keywords: Sentiment analysis, YouTube, Naive Bayes, Generation Z, text classification