This Author published in this journals
All Journal Agroteksos
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI SIFAT KIMIA TANAH: KADAR pH, C, DAN N PADA SAWAH DENGAN POLA TANAM PADI DAN JAGUNG Intan Lusiana Dewi; Mulyati Mulyati; Sri Tejo Wulan; Rika Andriati Sukma Dewi; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Muhammad Dinul Islamy
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1456

Abstract

Pertanian memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan pangan di Indonesia, terutama di wilayah Lombok Barat yang memiliki lahan sawah cukup luas. Namun, intensifikasi penggunaan lahan dengan berbagai pola tanam bisa berdampak pada perubahan sifat kimia tanah serta produktivitasnya. Penelitian ini dilakukan untuk menilai sifat kimia tanah di lahan sawah yang menerapkan pola tanam padi-padi-padi, padi-padi-jagung, dan padi-jagung-jagung di Lombok Barat. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0 hingga 20 cm dari tiga kecamatan yang mewakili pola tanam tersebut. Parameter yang diuji meliputi pH tanah (larutan H2O dan KCl), kadar C-organik, N-total, serta rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah dengan pola tanam padi-jagung-jagung memiliki nilai pH tertinggi (netral), sementara pola padi-padi-padi memiliki pH yang lebih rendah (agak asam). Kandungan karbon organik dan nitrogen total dalam tanah umumnya rendah hingga sangat rendah, dengan pola padi-padi-jagung menunjukkan nilai yang relatif lebih tinggi. Rasio C/N yang ditemukan berkisar antara 7,7 hingga 10, di mana pola padi-jagung-jagung menunjukkan potensi yang lebih baik dalam mempercepat proses mineralisasi bahan organik. Temuan ini menegaskan bahwa variasi pola tanam memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat kimia tanah, dan mendorong pentingnya diversifikasi pola tanam untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus keberlanjutan produksi pertanian di Lombok Barat.