Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Scientific Inquiry terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas IV SD Negeri 6 Muara Dua. Pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian kemampuan pemecahan masalah yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial berupa paired sample t-test, serta didukung dengan analisis N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 62,27 (pretest) menjadi 78,93 (posttest). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,39 menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Scientific Inquiry efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui keterlibatan aktif dalam proses ilmiah, seperti mengamati, merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menarik kesimpulan. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar..