Fatimah Tuzaroh
Sunan Kalijaga State islamic University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepercayaan Diri dalam Perspektif Psikologi Umum dan Islam: Kajian Pemikiran Peter Lauster dan Malik Badri Fatimah Tuzaroh
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v10i2.1438

Abstract

Kepercayaan diri menjadi elemen krusial dalam kehidupan individu modern, di mana tantangan seperti tekanan media sosial, persaingan ketat dan ketidakpastian ekonomi sering menurunkan keyakinan diri, sehingga meningkatkan kasus kecemasan serta depresi di kalangan generasi muda. Penelitian sebelumnya telah membahas kepercayaan diri dari perspektif Islam secara umum, seperti cara membangunnya atau faktor-faktor Qur'ani, namun masih meninggalkan research gap signifikan berupa kurangnya analisis komparatif mendalam dan model integratif holistik antara pemikiran psikologi umum Peter Lauster—yang menekankan sikap positif realistis melalui pengalaman—dengan perspektif Islam Malik Badri yang mengintegrasikan tawakkal, syukur, dan ma'rifatun nafs. Penelitian ini bertujuan mengkomparasikan persamaan serta perbedaan konsep kepercayaan diri keduanya, mengintegrasikannya menjadi Model Integratif Kepercayaan Diri (MIKD), serta menjabarkan implikasi teoritis, praktis, dan metodologis bagi psikologi Islam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif deskriptif-interpretatif melalui kajian mendalam terhadap buku, artikel, dan sumber akademik terkait Lauster serta Badri dengan analisis sistematis untuk menggali makna dan keterkaitan gagasan. Hasil penelitian menunjukkan persamaan pada sikap positif, faktor internal-eksternal, dan peran adaptif kepercayaan diri, tetapi perbedaan mendasar pada dimensi spiritual Badri yang melengkapi pendekatan empiris Lauster; integrasi menghasilkan MIKD holistik yang menggabungkan konsep diri realistis-spiritual, proses tafakkur-optimisme, serta faktor tawakkal-eksternal, dengan implikasi seperti pengayaan teori psikologi Islam, workshop konseling berbasis CBT-dzikir, dan rekomendasi pengujian empiris.