Hajar Saifana Ufairoh
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Teologi Islam Transformatif Berbasis Psikologi Humanistik–Eksistensial: Dari Normativitas Transendental Menuju Pembebasan Dan Aktualisasi Diri Kholifatus sakdiyah; Rijalulhaq Syarif Ramadani; Hajar Saifana Ufairoh; Hasibatul Farida
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 5 (2026): Menulis - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i5.1148

Abstract

Krisis teologi Islam kontemporer ditandai oleh ketegangan antara normativitas transendental yang cenderung doktrinal dengan realitas eksistensial manusia modern yang sarat dengan krisis makna, alienasi, dan dehumanisasi. Meskipun Teologi Pembebasan dan Teologi Islam Transformatif telah berupaya menggeser orientasi teologi ke arah praksis sosial, pendekatan tersebut masih menyisakan kelemahan mendasar, yakni belum terintegrasinya dimensi psikologis-eksistensial secara sistematis dalam konstruksi teologis. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada minimnya upaya konseptual untuk menghubungkan warisan teologi Islam seperti konsep tauhid, insan kamil, dan tazkiyatun nafs dengan kerangka psikologi humanistic eksistensial kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi paradigma Teologi Islam Transformatif berbasis pendekatan psikologi humanistik–eksistensial, khususnya melalui pemikiran Abraham Maslow tentang aktualisasi diri, pengalaman puncak, dan pencarian makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan filosofis, teologis, dan psikologis, serta dianalisis melalui teknik kritis-konstruktif. Argumen utama artikel ini adalah bahwa integrasi antara teologi Islam dan psikologi humanistic eksistensial dapat menghasilkan paradigma teologi yang lebih responsif terhadap kebutuhan batiniah manusia modern, sekaligus memperkuat fungsi teologi sebagai instrumen pembebasan dan pemanusiaan. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada formulasi konseptual baru berupa Teologi Islam Transformatif berbasis psikologi humanistic eksistensial yang tidak hanya menegaskan dimensi transendensi Ilahi, tetapi juga mengakomodasi dimensi eksistensi manusia secara utuh. Dengan demikian, teologi diposisikan sebagai kerangka integratif antara spiritualitas dan aktualisasi diri dalam konteks kehidupan modern.