Gambir (Uncaria gambir Roxb.) sebagai komoditi unggulan di Sumatera Barat, yang dalam produksi dan pengolahannya menghasilkan limbah berupa ampas kempaan daun gambir. Pengomposan limbah pertanian pada umumnya berlangsung lama tanpa pemberian bioakivator, karena bioaktivator dapat mempercepat dekomposisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis bioaktivator yang paling efektif dalam pengomposan ampas kempaan daun gambir (U. gambir Roxb.). Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan di lahan percobaan Kampus III Universitas Andalas yang berlokasi di Sungai Kambut, Pulau Punjung, Dharmasraya, Sumatera Barat. Sedangkan ampas kempaan daun gambir didapatkan di Gunuang Malintang, Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Perlakuan yang diberikan yaitu kontrol (tanpa bioaktivator), bioaktivator Stardec (10 g/kantong), bioaktivator Trichoderma harzianum (8 g/kantong), dan bioaktivator Effective Microorganism 4/EM4 (5 ml/kantong). Parameter pengamatan pada kompos yakni tekstur, warna, suhu, pH, kadar air, C-organik N, P, K, dan rasio C/N. Analisis data dilakukan dengan sidik ragam (uji F) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Selanjutnya, dilakukan pengujian nilai relativitas agronomi (relative agronomic effectiveness/RAE). Efektivitas bioaktivator Stardec, T. harzianum, dan EM4 memberikan pengaruh terhadap pengomposan ampas kempaan daun gambir. Effective Microorganism 4 (EM4) merupakan bioaktivator yang paling efektif dalam pengomposan ampas kempaan daun gambir berdasarkan nilai RAE.