Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of The Implementation of Carrier Aggregation Combinations That Occupy Non-Continuing Frequency Bands on The Existing LTE Network Khalidya Igna Fillah; Sri Yusnita; Zurnawita Zurnawita; Yulindon Khaidir; Widya Andriani; Lin Fitri Alif Aisyah Aisyah
International Journal of Wireless And Multimedia Communications Vol. 3 No. 1 (2026): International Journal of Wireless And Multimedia Communications
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jowim.v3i1.89

Abstract

This study analyzes the effect of implementing Carrier Aggregation (CA) on non-adjacent frequency bands on LTE network performance in the Alai Parak Kopi area, Padang City, by measuring SINR parameters, uplink throughput, and downlink using the drive test method and TEMS application. The results show that CA affects the SINR value, with the highest value at a frequency of 1800 MHz (19.2 dB), followed by a combination of 1800 + 2300 MHz (18.5 dB), and 1800 + 2100 MHz (13.6 dB). CA also affects throughput, with the highest uplink at a combination of 1800 + 2300 MHz, while the highest downlink at 1800 MHz.
Analisis Sistem Komunikasi Antar Node pada Robot Menggunakan Robot Operating System Muhammad Rafif; Yulindon Khaidir
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 3 No. 3 (2026): SINTA: JULI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v3i3.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem komunikasi antar node pada Robot Operating System (ROS 1) dengan fokus pada mekanisme publish–subscribe. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental dengan memvariasikan frekuensi pengiriman pesan (10 Hz, 50 Hz, dan 100 Hz), ukuran message (kecil, sedang, dan besar), serta jumlah subscriber (1 hingga 3 node). Parameter yang dianalisis meliputi latensi komunikasi, throughput data, dan penggunaan CPU. Hasil pengujian menunjukkan bahwa latensi komunikasi berada pada kisaran rendah, yaitu di bawah 1.5 ms, dan menurun hingga 0.77 ms pada frekuensi 100 Hz. Throughput meningkat secara linear terhadap ukuran message, dari sekitar 90 B/s pada data kecil hingga lebih dari 100 KB/s pada data besar. Sementara itu, penggunaan CPU menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya jumlah subscriber dan frekuensi pengiriman, namun tetap dalam batas yang stabil pada sistem embedded. Hasil ini menunjukkan bahwa ROS 1 memiliki performa komunikasi yang responsif, stabil, dan skalabel untuk mendukung sistem robotik modular. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bentuk evaluasi sistematis terhadap karakteristik komunikasi ROS 1 yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem robotika berbasis middleware.