Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Negeri Karimbow Rosalia Tompoliu; Hetty J. Tumurang; Stelly Viane Manawan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk meningkatkan penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi Kota atau Kabupaten tempat aku tinggaldi SD Negeri Karimbow. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 18 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru, serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 71,11%, dengan tingkat ketuntasan sebesar 55,55%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil belajar meningkat menjadi 91,94%, melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) minimal 75%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri Karimbow pada pembelajaran IPAS materi Kota atau Kabupaten tempat aku tinggal.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Negeri Karimbow Rosalia Tompoliu; Hetty J. Tumurang; Stelly Viane Manawan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk meningkatkan penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi Kota atau Kabupaten tempat aku tinggaldi SD Negeri Karimbow. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 18 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru, serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 71,11%, dengan tingkat ketuntasan sebesar 55,55%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil belajar meningkat menjadi 91,94%, melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) minimal 75%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri Karimbow pada pembelajaran IPAS materi Kota atau Kabupaten tempat aku tinggal.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada Siswa Kelas III SD Katolik Santa Maria Lolah Keiyzia Vincentia Gratcia Kandou; Widdy H. F. Rorimpandey; Stelly Viane Manawan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Model Problem Based Learning dalam upaya mengoptimalkan capaian belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada peserta didik Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah. Adapun metode riset yang dipakai ialah penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi dua siklus, di mana masing-masing siklusnya terdiri dari empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan/tindakan, pengamatan, dan evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi dan tes. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 13 orang. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pada siklus I, rerata capaian belajar siswa mencapai angka 92,31%. Angka ini mengindikasikan bahwa proses pembelajaran pada siklus pertama belum tuntas sepenuhnya (100%) dan masih memerlukan perbaikan lebih lanjut. Pada siklus II, capaian belajar siswa mengalami kenaikan yang berarti hingga mencapai 100%. Dengan itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa implementasi Model Problem Based Learning terbukti mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada Siswa Kelas III SD Katolik Santa Maria Lolah Keiyzia Vincentia Gratcia Kandou; Widdy H. F. Rorimpandey; Stelly Viane Manawan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Model Problem Based Learning dalam upaya mengoptimalkan capaian belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada peserta didik Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah. Adapun metode riset yang dipakai ialah penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi dua siklus, di mana masing-masing siklusnya terdiri dari empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan/tindakan, pengamatan, dan evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi dan tes. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 13 orang. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pada siklus I, rerata capaian belajar siswa mencapai angka 92,31%. Angka ini mengindikasikan bahwa proses pembelajaran pada siklus pertama belum tuntas sepenuhnya (100%) dan masih memerlukan perbaikan lebih lanjut. Pada siklus II, capaian belajar siswa mengalami kenaikan yang berarti hingga mencapai 100%. Dengan itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa implementasi Model Problem Based Learning terbukti mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah.
Kebijakan Pendidikan di Era Transformasi Digital: Kajian Swot pada Lingkungan Pendidikan di Kairagi Dua Stelly Viane Manawan; Shelomita Masihor; Giranda Fiolin Kalundas; Anastasya Linoghi; Monica Anastasya Tulenan; Nefani Walukow
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i2.16064

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan pendidikan di era transformasi digital melalui kajian SWOT pada lingkungan pendidikan di Kairagi Dua. Transformasi digital yang berkembang pesat menuntut satuan pendidikan untuk beradaptasi melalui pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, administrasi, serta pengelolaan sekolah. Namun, tingkat kesiapan dan implementasi digitalisasi di sekolah-sekolah Kairagi Dua masih bervariasi sehingga diperlukan pemetaan kondisi secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi sekolah. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi besar dalam kesiapan guru, dukungan kebijakan, serta infrastruktur dasar, namun masih terdapat tantangan berupa kesenjangan kompetensi digital, keterbatasan perangkat, dan rendahnya literasi digital sebagian peserta didik. Analisis ini memberikan rekomendasi strategis bagi sekolah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat implementasi kebijakan digital secara berkelanjutan, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan lokal.