Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitigasi Pelanggaran Etika Guru Berbasis Nilai Islam: Analisis Kasus Viral Pendidik di Media Sosial M.Khabib Jamalullail; Umi Musyarofah; Aulia Rahmah; Nur Khasanah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.291

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena pelanggaran etika guru yang viral di media sosial serta merumuskan strategi mitigasi berbasis nilai-nilai Islam. Di era digital, guru tidak hanya berperan di ruang kelas, tetapi juga menjadi figur publik yang dinilai melalui perilakunya di media sosial, sehingga berpotensi menimbulkan pelanggaran etika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan sumber data berupa konten digital viral dan literatur terkait etika profesi, pendidikan Islam, serta etika digital. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran meliputi pelanggaran privasi siswa, ketidakprofesionalan, serta kekerasan verbal dan simbolik. Faktor penyebabnya antara lain rendahnya literasi digital, budaya viral, lemahnya internalisasi nilai Islam, dan kurangnya regulasi institusional. Dalam perspektif Islam, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip uswah hasanah, hifz al-‘ird, dan tanggung jawab moral. Oleh karena itu, strategi mitigasi yang ditawarkan meliputi penguatan literasi digital berbasis etika, internalisasi nilai-nilai Islam, pengembangan kode etik guru di era digital, serta penerapan maqashid syariah dalam kebijakan pendidikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara teknologi dan nilai-nilai keislaman untuk menjaga profesionalitas guru di era digital.
Mitigasi Pelanggaran Etika Guru Berbasis Nilai Islam: Analisis Kasus Viral Pendidik di Media Sosial M.Khabib Jamalullail; Umi Musyarofah; Aulia Rahmah; Nur Khasanah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.291

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena pelanggaran etika guru yang viral di media sosial serta merumuskan strategi mitigasi berbasis nilai-nilai Islam. Di era digital, guru tidak hanya berperan di ruang kelas, tetapi juga menjadi figur publik yang dinilai melalui perilakunya di media sosial, sehingga berpotensi menimbulkan pelanggaran etika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan sumber data berupa konten digital viral dan literatur terkait etika profesi, pendidikan Islam, serta etika digital. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran meliputi pelanggaran privasi siswa, ketidakprofesionalan, serta kekerasan verbal dan simbolik. Faktor penyebabnya antara lain rendahnya literasi digital, budaya viral, lemahnya internalisasi nilai Islam, dan kurangnya regulasi institusional. Dalam perspektif Islam, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip uswah hasanah, hifz al-‘ird, dan tanggung jawab moral. Oleh karena itu, strategi mitigasi yang ditawarkan meliputi penguatan literasi digital berbasis etika, internalisasi nilai-nilai Islam, pengembangan kode etik guru di era digital, serta penerapan maqashid syariah dalam kebijakan pendidikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara teknologi dan nilai-nilai keislaman untuk menjaga profesionalitas guru di era digital.