Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Amonggedo dibangun pada periode 2014-2015 dengan kapasitas terpasang sebesar 10 L/detik dan memanfaatkan sistem pengaliran secara gravitasi. Namun, hingga saat ini tingkat cakupan pelayanan air minum masih rendah, yaitu sebesar 14,54% dari total penduduk Kecamatan Amonggedo, meskipun kapasitas produksi sistem relatif memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi rehabilitasi dan perluasan jaringan distribusi SPAM IKK Amonggedo dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas sistem serta meningkatkan cakupan layanan air minum. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif yang mengintegrasikan analisis kebutuhan air, simulasi hidraulik jaringan distribusi menggunakan perangkat lunak EPANET, serta evaluasi perencanaan dan pengendalian proyek berbasis Earned Value Management (EVM). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat idle capacity sebesar 6,8 L/detik akibat keterbatasan jaringan distribusi. Simulasi hidraulik memperlihatkan bahwa tekanan jaringan berada pada rentang 7-35 meter kolom air dan masih memenuhi standar pelayanan minimum, sehingga memungkinkan perluasan jaringan tanpa penambahan energi mekanis. Perencanaan perluasan jaringan dengan penambahan pipa distribusi utama sepanjang 3 km terbukti mampu menjaga stabilitas tekanan dan kontinuitas debit hingga titik pelayanan terjauh. Dari aspek manajemen proyek, penerapan metode EVM memberikan dasar pengendalian biaya dan waktu pelaksanaan proyek secara kuantitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rehabilitasi dan perluasan jaringan distribusi merupakan strategi paling efektif untuk meningkatkan kinerja dan cakupan layanan SPAM IKK Amonggedo serta mendukung pengembangan infrastruktur air minum yang berkelanjutan.