Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi lingkungan jadi rusak dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) di kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga. Subjek penelitian ini adalah 11 siswa kelas V. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 03 Februari 2026 sampai dengan 12 Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aktivitas guru, aktivitas siswa, serta ketuntasan hasil belajar. Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata observasi pada siklus I sebesar 65 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 90 (baik sekali). Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata observasi pada siklus I sebesar 62,5 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 83,33 (baik sekali). Ketuntasan hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 65,90, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 94,09. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kreativitas serta hasil belajar siswa dalam materi lingkungan jadi rusak.