Perkembangan kota Jakarta yang semakin pesat memunculkan kebutuhan akan ruang kolaborasi yang mampu mewadahi kegiatan masyarakat kreatif sekaligus mendukung konsep kota berkelanjutan. Creative hub dirancang sebagai fasilitas yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas kreatif, tetapi juga sebagai ruang publik yang mampu menjadi katalis dalam pembentukan identitas kawasan. Lokasi perancangan dipilih di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas, Jakarta Selatan, karena kawasan ini merupakan simpul transportasi penting yang menghubungkan berbagai moda, sehingga potensial untuk menjadi pusat interaksi masyarakat urban. Metode perancangan yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis tapak, serta studi komparatif terhadap creative hub di dalam dan luar negeri. Analisis dilakukan dengan menitikberatkan pada aspek integrasi fungsi bangunan dengan konteks perkotaan, jaringan transportasi publik, serta karakter lingkungan eksisting. Pertimbangan khusus juga diberikan pada kondisi tapak yang memiliki elevasi rendah, sehingga solusi teknis berupa penyesuaian elevasi lantai dan pengelolaan ruang terbuka dirumuskan untuk mengantisipasi potensi banjir tanpa mengurangi aksesibilitas dan interaksi publik. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Jakarta Creative Hub dengan pendekatan arsitektur urban dapat menjadi pusat kegiatan kreatif yang terintegrasi dengan ruang kota, sistem transportasi, serta lanskap sekitar. Desain yang dihasilkan tidak hanya mendukung aktivitas komunitas kreatif, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan melalui penyediaan ruang terbuka publik yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kondisi eksisting. Dengan demikian, rancangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan fasilitas kreatif perkotaan di Jakarta serta menjadi acuan bagi perancangan serupa di kawasan perkotaan lain.