Masita Hariyanto
Jurusan Kebidanan, Akademi kebidanan Cahwala Maluku Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

METODE SPA BAFUFU SEBAGAI TERAPI TRADISIONAL DALAM ASUHAN IBU NIFAS DI KELURAHAN TOBOLOLO Raihana Alti Saifina Do Ali; Masita Hariyanto; Mega Pertiwi Ade
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.2860

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting dan rentan dalam kehidupan ibu dan bayi karena pada fase ini risiko terjadinya berbagai komplikasi kesehatan, seperti perdarahan, infeksi, gangguan hormonal, hingga masalah psikologis seperti baby blues dan depresi postpartum, cenderung meningkat. Selama masa pemulihan, tubuh ibu mengalami berbagai perubahan fisiologis, proses penyembuhan luka persalinan, serta adaptasi terhadap proses menyusui yang memerlukan dukungan perawatan yang optimal. Upaya perawatan nifas dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu bentuk perawatan nonfarmakologis yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Kelurahan Tobololo adalah Spa Bafufu. Tradisi ini berupa terapi mandi uap yang menggunakan campuran berbagai daun dan bahan alami lokal yang dipercaya mampu membantu mempercepat pemulihan ibu setelah melahirkan. Namun demikian, kajian ilmiah mengenai proses pelaksanaan, manfaat, serta nilai budaya yang terkandung dalam Spa Bafufu masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik Spa Bafufu pada ibu nifas, mengidentifikasi manfaat yang dirasakan setelah menjalani terapi tersebut, serta menggali pandangan masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spa Bafufu tidak hanya memberikan manfaat fisik, seperti meningkatkan kebugaran dan kenyamanan tubuh pascapersalinan, tetapi juga merepresentasikan nilai budaya dan kearifan lokal dalam upaya menjaga kesehatan reproduksi perempuan.