Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun perangkat pembelajaran, materi, serta instrumen observasi dan tes. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menerapkan model PBL dalam proses pembelajaran IPAS. Selanjutnya, tahap observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung, sedangkan tahap refleksi digunakan untuk mengevaluasi kekurangan pada setiap siklus sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk menilai aktivitas guru dan siswa serta tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata dan persentase ketuntasan belajar berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa mencapai 69,58% dengan persentase ketuntasan sebesar 41,66%, sehingga belum memenuhi KKTP. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 82,70% dengan persentase ketuntasan melampaui 75%. Data observasi aktivitas siswa pada siklus I mencapai 63,75% dan aktivitas guru 67,5%, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 88,75% untuk aktivitas siswa dan 91,25% untuk aktivitas guru. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran.