Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran Kontekstual untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Peserta Didik di SD Negeri 21 Palembang Nunik Mismawindhah; Zakia Arum Mulya; Shofi Kiromim Baroroh Baroroh; Putri Meilisa; Inda Pransiska; Landi Lebriansyah; Agung Septian Lubis; Fajri Pratama; Rully Rochayati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.380

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar perlu dihubungkan dengan pengalaman nyata peserta didik agar materi lebih mudah dipahami dan terasa bermakna. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik di SD Negeri 21 Palembang. Artikel ini disusun berdasarkan kegiatan observasi dan praktik pembelajaran mahasiswa FKIP Universitas PGRI Palembang di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif karena fokus kajian bukan menghitung pengaruh secara statistik, melainkan menggambarkan proses penerapan pembelajaran, respons peserta didik, keterlibatan peserta didik, kendala, dan solusi pembelajaran. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pembelajaran, tanya jawab informal dengan guru dan peserta didik, catatan lapangan, serta dokumentasi kegiatan sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual dapat diterapkan dengan mengaitkan materi IPAS/IPS tentang pengaruh bentang alam terhadap budaya dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, lingkungan sekitar, kebiasaan masyarakat, bentuk rumah, pekerjaan, transportasi, dan budaya lokal Palembang. Penggunaan media visual, pertanyaan pemantik, diskusi, contoh konkret, dan refleksi membantu peserta didik lebih memperhatikan penjelasan, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta terlibat dalam pembelajaran. Meskipun sebagian peserta didik masih memerlukan bimbingan agar fokus dan percaya diri, pembelajaran kontekstual mampu menciptakan suasana kelas yang lebih aktif dan bermakna. Dengan demikian, CTL dapat menjadi alternatif model pembelajaran untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik sekolah dasar melalui hubungan materi dengan kehidupan nyata dan bimbingan guru secara bertahap.
Implementasi Model Pembelajaran Kontekstual untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Peserta Didik di SD Negeri 21 Palembang Nunik Mismawindhah; Zakia Arum Mulya; Shofi Kiromim Baroroh Baroroh; Putri Meilisa; Inda Pransiska; Landi Lebriansyah; Agung Septian Lubis; Fajri Pratama; Rully Rochayati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.380

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar perlu dihubungkan dengan pengalaman nyata peserta didik agar materi lebih mudah dipahami dan terasa bermakna. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik di SD Negeri 21 Palembang. Artikel ini disusun berdasarkan kegiatan observasi dan praktik pembelajaran mahasiswa FKIP Universitas PGRI Palembang di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif karena fokus kajian bukan menghitung pengaruh secara statistik, melainkan menggambarkan proses penerapan pembelajaran, respons peserta didik, keterlibatan peserta didik, kendala, dan solusi pembelajaran. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pembelajaran, tanya jawab informal dengan guru dan peserta didik, catatan lapangan, serta dokumentasi kegiatan sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual dapat diterapkan dengan mengaitkan materi IPAS/IPS tentang pengaruh bentang alam terhadap budaya dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, lingkungan sekitar, kebiasaan masyarakat, bentuk rumah, pekerjaan, transportasi, dan budaya lokal Palembang. Penggunaan media visual, pertanyaan pemantik, diskusi, contoh konkret, dan refleksi membantu peserta didik lebih memperhatikan penjelasan, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta terlibat dalam pembelajaran. Meskipun sebagian peserta didik masih memerlukan bimbingan agar fokus dan percaya diri, pembelajaran kontekstual mampu menciptakan suasana kelas yang lebih aktif dan bermakna. Dengan demikian, CTL dapat menjadi alternatif model pembelajaran untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik sekolah dasar melalui hubungan materi dengan kehidupan nyata dan bimbingan guru secara bertahap.