This Author published in this journals
All Journal Wicara
Moh. Muzakka
Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN INTERTEKSTUALITAS KITAB NADẒAM TASYRIḤAH AL-MUḤTĀJ DENGAN KITAB FATHUL QARIB Ananda Firli Prawidya; Moh. Muzakka; Herpin Nopiandi Khurosan
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 5, No 1: April 2026
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2026.30077

Abstract

Penelitian ini mengkaji Kitab Naẓam Tasyriḥah al-Muḥtāj (NTM) karya K.H. Ahmad Rifa’i dengan fokus pada naskah koleksi Kiai Azka Badruzzaman di Kendal. Naskah ini ditulis dengan aksara Arab Pegon dan berbahasa Arab-Jawa, membahas fikih muamalah khususnya bab jual-beli dalam mazhab Syafi’i. Metode pengumpulan data yang digunakan terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Pada tahap pengumpulan data, peneliti melakukan dengan dua teknik, yaitu teknik studi lapangan dan studi pustaka. Pada tahap analisis data, kajian dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu filologi dan intertekstual. Pendekatan filologi digunakan untuk mendeskripsikan, mentransliterasi, menyunting, dan menerjemahkan teks Kitab NTM agar dapat dipahami secara lebih utuh pada masa kini. Sementara itu, analisis intertekstual digunakan untuk membandingkan Kitab NTM dengan Kitab Fatḥul Qarib (FQ) karya Syekh Ibnu Qasim al-Ghazzi, guna melihat bentuk keterkaitan dan proses transformasi teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitab NTM Kendal memiliki struktur nazam yang sistematis serta masih terjaga keaslian teksnya meskipun terdapat beberapa kesalahan penyalinan. Secara intertekstual, hubungan keduanya dapat dilihat dari keterkaitan latar sosial-historis yang sama-sama berasal dari ajaran fikih mazhab Syafi’i. Selain itu, secara tekstual Kitab NTM merupakan saduran dari Kitab FQ yang dapat dilihat dari adanya proses penyerapan (absorpsi) isi hukumnya, mentransformasi (transformasi) bentuk prosa Arab menjadi nazam, dan mereartikulasi (reartikulasi) ajaran fikih ke dalam konteks sosial masyarakat Jawa pada abad ke-19. Dengan demikian, Kitab NTM memperlihatkan bawa K.H. Ahmad Rifa’i tidak sekadar terpengaruh oleh Kitab FQ, tetapi juga berperan aktif dalam mengadaptasi wacana fikih Syafi’i menjadi teks lokal yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan masyarakat pada masanya.