Studi ini bertujuan untuk membandingkan kualitas linguistik teks akademik yang dihasilkan oleh tiga model kecerdasan buatan (AI): Microsoft Copilot, Chat GPT, dan Google Gemini. Studi ini mengevaluasi kinerja mereka berdasarkan empat dimensi linguistik yang penting untuk penulisan akademik: kekayaan leksikal, kecanggihan leksikal, akurasi tata bahasa, dan fitur kohesif. Studi ini menggunakan desain deskriptif-komparatif, lima belas paragraf akademik (lima per model) dihasilkan di bawah instruksi yang mengenai tema teknologi pendidikan. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengukur variasi kosakata dan frekuensi kata-kata akademik, sedangkan analisis kualitatif memeriksa akurasi tata bahasa dan struktur elemen kohesif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google Gemini mencapai kekayaan leksikal tertinggi (0,77), ini adalah nilai rata-rata dari 5 versi paragraf. Gemini memperoleh kecanggihan leksikal (12,22%) kata-kata akademik, dengan nol kesalahan tata bahasa dan pola kohesif yang canggih. Skor ini adalah nilai rata-rata yang diperoleh dari 5 versi paragraf yang berbeda. Chat GPT menunjukkan kohesi dan kontrol sintaksis yang seimbang, sementara Microsoft Copilot menekankan kejelasan dan keterbacaan pedagogis dengan kosakata yang lebih sederhana. Studi ini menyajikan data linguistik empiris tentang bagaimana model AI mereplikasi wacana akademik; studi ini menawarkan wawasan baru tentang kemampuan linguistik dan preferensi gaya mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa teks yang dihasilkan AI telah mencapai tingkat kompetensi linguistik yang mendekati manusia, meskipun perbedaan gaya dan retorika tetap ada di antara model-model tersebut. Hasil ini memiliki signifikansi praktis bagi pendidik, siswa, dan pengembang AI, yang menggarisbawahi pentingnya menggunakan alat penulisan AI secara bertanggung jawab untuk meningkatkan komunikasi dan literasi akademik.