Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Paritas, Jarak Kehamilan dengan Kejadian Anemia di Puskesmas Kedungrejo Banyuwangi Sawiyah Sawiyah; Widia Shofa Ilmiah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.431

Abstract

Studi ini menggunakan desain kasus-kontrol retrospektif untuk menyelidiki hubungan antara paritas, jarak kehamilan, dan anemia di antara wanita hamil. Sampel terdiri dari 135 responden, termasuk 45 ibu hamil anemia dalam kelompok kasus dan 90 ibu hamil non-anemia dalam kelompok kontrol. Data sekunder dikumpulkan dari daftar Kesehatan Ibu dan Anak (MCH) dan rekam medis. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat signifikansi 5%. Temuan ini mengungkapkan hubungan yang signifikan antara paritas dan anemia ibu (p = 0,003; ATAU = 3.000; 95% CI: 1.431–6.289). Wanita dengan paritas berisiko tinggi lebih mungkin terkena anemia daripada mereka yang memiliki paritas berisiko rendah. Hubungan yang signifikan juga diamati antara interval kehamilan dan anemia (p = 0,000; ATAU = 6.844; 95% CI: 3.096–15.131). Wanita hamil dengan interval kurang dari dua tahun menghadapi risiko anemia yang jauh lebih besar. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor reproduksi, terutama paritas dan jarak kehamilan, memainkan peran penting dalam anemia ibu dan harus dipertimbangkan dalam intervensi kesehatan pencegahan.
Hubungan Paritas, Jarak Kehamilan dengan Kejadian Anemia di Puskesmas Kedungrejo Banyuwangi Sawiyah Sawiyah; Widia Shofa Ilmiah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.431

Abstract

Studi ini menggunakan desain kasus-kontrol retrospektif untuk menyelidiki hubungan antara paritas, jarak kehamilan, dan anemia di antara wanita hamil. Sampel terdiri dari 135 responden, termasuk 45 ibu hamil anemia dalam kelompok kasus dan 90 ibu hamil non-anemia dalam kelompok kontrol. Data sekunder dikumpulkan dari daftar Kesehatan Ibu dan Anak (MCH) dan rekam medis. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat signifikansi 5%. Temuan ini mengungkapkan hubungan yang signifikan antara paritas dan anemia ibu (p = 0,003; ATAU = 3.000; 95% CI: 1.431–6.289). Wanita dengan paritas berisiko tinggi lebih mungkin terkena anemia daripada mereka yang memiliki paritas berisiko rendah. Hubungan yang signifikan juga diamati antara interval kehamilan dan anemia (p = 0,000; ATAU = 6.844; 95% CI: 3.096–15.131). Wanita hamil dengan interval kurang dari dua tahun menghadapi risiko anemia yang jauh lebih besar. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor reproduksi, terutama paritas dan jarak kehamilan, memainkan peran penting dalam anemia ibu dan harus dipertimbangkan dalam intervensi kesehatan pencegahan.