Artikel ini membahas keterkaitan infrastruktur transportasi dan pertumbuhan ekonomi wilayah perkotaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pembahasan disusun berdasarkan kajian pustaka nasional terbitan 2021 sampai 2026, observasi kegiatan lapangan, dokumentasi foto, dan refleksi kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah perkotaan. Infrastruktur transportasi tidak dipahami semata-mata sebagai jalan, tetapi sebagai sistem yang menghubungkan penduduk dengan pusat pendidikan, perdagangan, layanan kesehatan, kawasan kerja, dan fasilitas publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa jaringan jalan, transportasi umum, integrasi moda, terminal, halte, dan aksesibilitas antarkawasan dapat memengaruhi kelancaran mobilitas harian serta mendukung produktivitas ekonomi masyarakat. Dokumentasi kegiatan pembelajaran, observasi, diskusi, dan pendampingan digunakan sebagai bahan kontekstual, bukan sebagai bukti statistik. Artikel ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi perkotaan lebih mudah didukung apabila perencanaan transportasi berjalan selaras dengan tata ruang, kebutuhan masyarakat, dan pemerataan akses terhadap layanan publik. Sebaliknya, keterbatasan transportasi umum, kemacetan, ketimpangan akses, dan lemahnya integrasi moda dapat mengurangi efisiensi mobilitas dan memperlebar kesenjangan kesempatan. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur transportasi perlu dirancang secara terintegrasi, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat kota.