Artikel ini mendeskripsikan implementasi model Project-Based Learning (PjBL) sebagai upaya mengembangkan kompetensi akademik siswa selama kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMA Pembina Palembang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif karena fokus tulisan bukan mengukur hasil belajar melalui angka, melainkan menggambarkan proses pembelajaran berdasarkan observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi foto kegiatan kelas. Pelaksanaan PjBL yang diamati mencakup penjelasan awal, orientasi pembelajaran, pemberian proyek atau tugas, diskusi kelompok kecil, pendampingan oleh guru dan mahasiswa PLP, penyusunan hasil belajar, presentasi atau pelaporan, refleksi, serta penguatan materi. Dokumentasi kelas menunjukkan bahwa siswa terlibat dalam kegiatan memperhatikan arahan, berdiskusi dengan teman, mengerjakan lembar kerja, mengajukan pertanyaan, dan menerima bimbingan ketika mengalami kesulitan. Proses tersebut tidak membuat seluruh siswa langsung aktif dengan cara yang sama; ada siswa yang cepat merespons, ada yang masih membutuhkan arahan berulang, dan ada pula yang lebih nyaman bekerja dalam kelompok kecil. Kendala yang muncul meliputi keterbatasan waktu diskusi, perbedaan keberanian siswa, serta kebutuhan instruksi dan media yang jelas. Secara umum, PjBL tampak membantu pembelajaran menjadi lebih aktif dan bermakna apabila dirancang bertahap, didampingi secara dekat, serta ditutup dengan refleksi dan penguatan.