Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Siswa SMK Tunggal Prakarsa Melalui Pelatihan Instalasi Dan Monitoring Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Berbasis Internet Of Things Dananjaya Ariateja; Joni Welman Simatupang; Sunarta Sunarta; Bagus Hendra; Herwin; uvi desi; didi; Achmad; Hery; apip
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.297

Abstract

Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang energi terbarukan dan Internet of Things (IoT) menjadi salah satu kebutuhan penting di bidang pendidikan sekolah menengah atas dalam menghadapi era Industri 4.0. Namun, pemahaman dan keterampilan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya di SMK Tunggal Prakarsa, masih terbatas pada teori dan belum banyak mendapatkan pengalaman praktik terkait instalasi serta monitoring Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis IoT. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam aspek pengetahuan, keterampilan praktik, dan sikap profesional pada instalasi dan sistem monitoring PLTS berbasis IoT. Metode pelaksanaan meliputi: (1) pemetaan kebutuhan dan tingkat pemahaman awal siswa melalui pre-test dan wawancara singkat, (2) penyampaian materi konsep dasar PLTS, dasar-dasar IoT, serta penerapan IoT pada sistem monitoring energi, (3) praktik langsung instalasi miniatur PLTS dan perakitan sistem monitoring menggunakan mikrokontroler serta sensor yang terhubung ke platform IoT, dan (4) evaluasi hasil pelatihan melalui post-test, unjuk kerja praktik, serta refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan teknis siswa, peningkatan kemandirian dan keterampilan dalam merangkai serta mengkonfigurasi sistem PLTS berbasis IoT, serta bertambahnya minat siswa untuk mengembangkan proyek energi terbarukan di sekolah. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi penguatan kompetensi vokasi siswa dan dapat menjadi model pelatihan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan sekolah berbasis teknologi hijau. Juga meningkatkan sinergi antara perguruan tinggi (universitas), sekolah (masyarakat), dan dunia industri (industry) yang dikenal dengan istilah triple-helix.   The availability of competent human resources in the field of renewable energy and the Internet of Things (IoT) is one of the important needs in facing the Industry 4.0 era. However, the understanding and skills of vocational school students, especially at SMK Tunggal Prakarsa, are still limited to theory and have not received much practical experience related to the installation and monitoring of IoT-based Solar Power Plants (PLTS). This community service activity aims to improve student competency in the aspects of knowledge, practical skills, and professional attitudes in the installation and monitoring system of IoT-based PLTS. The implementation method includes: (1) mapping the needs and level of initial understanding of students through pre-tests and short interviews, (2) delivering material on basic PLTS concepts, IoT basics, and the application of IoT to energy monitoring systems, (3) direct practice of installing miniature PLTS and assembling monitoring systems using microcontrollers and sensors connected to the IoT platform, and (4) evaluation of training results through post-tests, practical performance, and participant reflections. The results of the activity showed an increase in the average score of students' technical knowledge, increased independence and skills in assembling and configuring IoT-based solar power systems, and increased student interest in developing renewable energy projects at school. This activity has a positive impact on strengthening students' vocational competencies and can serve as a model for sustainable training to support the development of green technology-based schools. It also increases synergy between universities, schools (society), and the industrial world (industry) which is known as the triple-helix.
Analisis Efisiensi Penyerapan Daya Solar Tracker Dual Axis Dinamis dan Statis Pada Beban 250 Watt Aldi Hudabi Uladatul Haq; Joni Welman Simatupang
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i1.003

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang besar adalah salah satu tantangan nasional yang perlu menjadi prioritas kita bersama. Dengan memanfaatkan energi matahari yang lebih efisien berbasis solar panel mungkin bisa menjadi salah satu upaya dalam menyediakan sumber energi alternatif yang lebih baik. Memang, saat ini masih banyak perdebatan manakah yang memiliki efisiensi lebih baik, menggunakan sistem solar panel bergerak (dinamis, sistem tracker) atau sistem yang tidak bergerak (statis). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data percobaan selama 6 hari: 3 hari pertama tidak menggunakan beban dan 3 hari berikutnya menggunakan beban. Data yang didapat seperti tegangan (V) dan arus (I) dari solar panel berdasarkan iradiasi intensitas cahaya matahari (watt/m²) telah dihitung dan dibandingkan untuk mencari efisiensi antara kedua sistem tersebut. Kita tahu bahwa besar kecilnya intensitas iradiasi matahari terhadap sistem solar panel statis dan dinamis sangat dipengaruhi oleh cuaca. Perubahan cuaca selama proses penelitian cukup mempengaruhi output tegangan dan arus sistem keseluruhan. Semakin besar iradiasi matahari maka akan menghasilkan daya yang lebih besar. Sedangkan efisiensi dipengaruhi oleh hubungan P(in) dan P(out). Semakin besar P(out) yang dihasilkan maka hasil perhitungan efisiensi terhadap P(in) semakin besar. Hasil pengujian menggunakan beban solar panel dinamis dan statis memiliki rata-rata selisih sebesar 1,53 % dimana efisiensi solar panel dinamis 3,68% dan solar panel statis 2,15%. Pengujian menggunakan beban rata-rata efisiensi solar panel dinamis 3,42% dan statis 2,64%, maka efisiensi kedua sistem tersebut memiliki selisih sebesar 0,78 %.