Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cultural Power, Musical Hybridity, and Symbolic Resistance: Negotiating Tradition at the 2025 Jakarta International Java Jazz Festival Verly Montolalu Joshua
Advances In Social Humanities Research Vol. 4 No. 6 (2026): Advances In Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v4i6.574

Abstract

This article aims to analyse the cultural power, musical hybridity, and symbolic resistance emerging in performance practices at the Jakarta International Java Jazz Festival 2025, through the interaction between global music industry networks and local musical traditions that represent Indonesia's cultural identity. This study employs a qualitative approach using document analysis and media discourse analysis of festival programmes, media reports, and promotional materials. The results show that cultural power is reflected in the curatorial structure, which places international artists at the centre of visibility, thereby shaping the symbolic hierarchy and aesthetic standards of performance. Musical hybridity emerges through the integration of traditional instruments, local rhythmic and melodic adaptations, and cross-cultural collaborations between Indonesian and international musicians, resulting in new musical expressions. Symbolic resistance is manifested through local musicians' strategies of displaying cultural identity by means of symbols, language, and tradition-based musical exploration. The findings also point to inherent tensions, whereby traditional elements tend to be adapted to global musical structures, carrying the potential for a simplification of meaning. Nevertheless, festivals remain dynamic spaces that allow for cultural negotiation and the articulation of local identities within the global music industry landscape. This research contributes by positioning music festivals as arenas for the production of cultural meaning through performance practices, and expands the study of international music festivals in Southeast Asia from the perspectives of cultural power, hybridity, and symbolic resistance.
STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL DALAM PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GIZI (SPPG) KABUPATEN SERANG, BANTEN Verly Montolalu Joshua
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.601

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi internal dan eksternal, serta merumuskan strategi pemberdayaan kewirausahaan ekonomi lokal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Serang, Banten. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap ketua dan pengelola SPPG, yayasan, mitra UMKM, koperasi, dan relawan. Hasil penelitian menunjukkan secara internal program memiliki sistem operasional yang terstruktur melaluiSOP, mekanisme pendanaan, dan tata kelola yang jelas. Implementasi masih menghadapi kendala pada kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam penguasaan teknis, adaptasi teknologi produksi, dan koordinasi operasional. Dari sisi eksternal, dukungan kebijakan pemerintah yang kuat dan manfaat sosial bagi masyarakat menjadi peluang utama dalam mendukung keberhasilan program. Tantangan muncul dari ketidakstabilan rantai pasok bahan baku, keterbatasan distribusi, dan dinamika sosial masyarakat. Hasil analisis strategi menunjukkan bahwa prioritas utama terletak pada optimalisasi pendanaan dan peningkatan kapasitas SDM, diikuti oleh penguatan rantai pasok dan tata kelola operasional.Disimpulkan bahwa keberhasilan pemberdayaan ekonomi lokal dalam program MBG bergantung pada integrasi antara sumber daya finansial, kompetensi SDM, dan stabilitas sistem operasional.