Bella Anasya Shaharani
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Pemanfaatan Layanan Boarding Digital Berbasis Face Recognition Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Teknologi Masyarakat Pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Muhammad Ilham Baihaqi; Muhammad Fayruz Mafaza; Alfin Nafisatun Nisa; Bella Anasya Shaharani; Siti Nur Lailatus Saadah; Reny Safitri; Fita Nurotul Faizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i5.7620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kegiatan pendampingan dalam meningkatkan literasi teknologi masyarakat melalui pemanfaatan layanan boarding digital berbasis face recognition pada PT Kereta Api Indonesia (Persero). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui kegiatan field research yang dilaksanakan di Stasiun Semarang Poncol dan Stasiun Semarang Tawang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, pendampingan langsung, serta penyebaran kuesioner kepada 50 responden pengguna jasa kereta api. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknologi face recognition mampu meningkatkan efisiensi proses boarding, dengan waktu verifikasi yang lebih cepat dan minim penggunaan dokumen fisik. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa rendahnya literasi digital masyarakat, kurangnya sosialisasi, serta keterbatasan fasilitas pendukung di lapangan. Kegiatan pendampingan melalui edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, kepercayaan, serta kemampuan pengguna dalam memanfaatkan layanan digital tersebut. Secara keseluruhan, keberhasilan transformasi digital di sektor transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat sebagai pengguna. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan berupa sosialisasi, edukasi, dan pendampingan guna memastikan pemanfaatan teknologi dapat berjalan secara optimal, inklusif, dan merata.