Banjir bandang yang melanda Aceh dan Sumatera pada akhir November 2025 mengakibatkan pencemaran sumber air Masjid Assa'ada Desa Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Air masjid berubah keruh dan berbau akibat infiltrasi lumpur banjir, sehingga mengganggu kelancaran aktivitas ibadah jamaah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memulihkan kualitas air masjid melalui penerapan teknologi tepat guna Filter Air Fiber Reinforced Plastic (FRP) 1354 sekaligus meningkatkan kapasitas pengurus masjid dalam mengelola sistem pengolahan air secara mandiri. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap, yaitu pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengukuran kualitas air dilakukan sebanyak lima kali menggunakan parameter PPM (Parts Per Million) sebelum dan sesudah filtrasi, kemudian dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test). Hasil pengukuran menunjukkan penurunan nilai PPM dari 177 PPM sebelum filtrasi menjadi 162–166 PPM setelah filtrasi. Uji t berpasangan menghasilkan nilai t hitung sebesar 14,7 yang lebih besar dari t tabel 2,776 pada taraf signifikansi α = 0,05, sehingga penurunan nilai PPM dinyatakan signifikan secara statistik. Filter Air FRP 1354 terbukti efektif menurunkan kandungan zat terlarut, mudah dioperasikan, tahan korosi, dan layak diterapkan sebagai solusi pengolahan air jangka panjang di fasilitas masjid pedesaan. Kegiatan ini berhasil memulihkan ketersediaan air layak pakai di Masjid Assa'ada pascabencana dan meningkatkan kemandirian pengurus masjid dalam mengelola sistem filtrasi secara berkelanjutan.