Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Congruent Society: Reconstructing Islamic Liberation Theology through Rogerian Humanism Riatus Sholehah; Alfan Alfan; Muhamadah Masrurotul Hasanah; Ali Hasan Siswanto
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6m7n3827

Abstract

Penelitian ini mengkaji paradoks persisten mengenai kekerasan sistemik dan kemiskinan kronis dalam masyarakat religius, dengan fokus pada "inkongruensi eksistensial" antara doktrin teologi perdamaian dan realitas empiris penderitaan sosial yang kelam. Terlepas dari proliferasi teologi pembebasan, terdapat kesenjangan penelitian (research gap) yang signifikan: yakni pengabaian dimensi psikologis-eksistensial subjek manusia sebagai lokus utama transformasi sosial. Penelitian ini mengusulkan rekonstruksi teologi pembebasan Islam dengan mengintegrasikan Psikologi Humanistik–Eksistensial Kontemporer Carl Rogers. Menggunakan inkuiri kualitatif-filosofis dan sintesis interdisipliner, studi ini menganalisis bagaimana konsep Unconditional Positive Regard (penerimaan positif tanpa syarat), Empathy (empati), dan Congruence (kongruensi) dapat mengoperasionalkan konsep teologis Fitrah ke dalam kerangka perubahan sosial. Argumen utamapenelitian ini menyatakan bahwa masyarakat tanpa kekerasan dan bebas kemiskinan hanya dapat dicapai melalui penciptaan "Masyarakat Terpusat pada Pribadi" (Person-Centered Society), di mana teologi berfungsi bukan sebagai dogma legalistik yang restriktif, melainkan sebagai fasilitator pertumbuhan organik dan agensi eksistensial. Kontribusi ilmiah dari penelitian ini terletak pada sintesis barunya yang disebut sebagai "Kongruensi Teosentris-Humanistik," yang menggeser fokus gerakan sosial Islam dari intervensi struktural top-down menuju pemberdayaan psikologis bottom-up. Dengan memulihkan Internal Frame of Reference (kerangka acuan internal) subjek, pendekatan ini menawarkan metode transformatif untuk memberantas akar kekerasan dan alienasi eksistensial yang disebabkan oleh kemiskinan. Studi ini memberikan peta jalan interdisipliner baru bagi para sarjana dan praktisi yang bertujuan untuk menyelaraskan spiritualitas agama dengan nilai-nilai humanistik kontemporer demi evolusi sosial yang berkelanjutan.