Ervina Eka Saputri
UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN LITERASI DIGITAL TERHADAP KARAKTER REMAJA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MEDIA SOSIAL Ervina Eka Saputri; Kyla Jessica Veda; Sri Wahyuni; Kamelia Zahra; Tri Wulan Sari; Hasna Raissa; Paramitha Maulida Sifa
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.10674

Abstract

ABSTRACT The rapid development of social media has significantly transformed adolescents’ interaction patterns, ways of thinking, and character formation in everyday life. The presence of various digital platforms provides opportunities for adolescents to communicate, build self-identity, and access information widely; however, at the same time, it also creates new challenges such as cyberbullying, social media addiction, fear of missing out (FoMO), identity crises, and the spread of misinformation. These conditions highlight the importance of strengthening digital literacy as a competency that is not only related to technological skills but also includes critical thinking abilities, communication ethics, self-control, and social responsibility in digital spaces. This study aims to analyze the influence of social media on adolescent character development and to examine the role of digital literacy in strengthening positive behavior in the digital era. This research employed a literature review approach by examining various scientific articles obtained from Google Scholar, Garuda, and several other academic sources published between 2020 and 2025. Through the process of literature searching and selection, 28 relevant articles were identified according to the focus of the study. The findings indicate that low levels of digital literacy make adolescents more vulnerable to hoaxes, digital social pressure, consumptive behavior, and mental health problems. Conversely, strengthening digital literacy has been shown to help adolescents develop critical, ethical, empathetic, and responsible attitudes in using social media. This study emphasizes that the integration of digital literacy into character education needs to be implemented collaboratively through the roles of schools, families, and communities in order to develop a generation that is adaptive, ethical, and wise in responding to the dynamics of digital technology development. ABSTRAK Perkembangan media sosial yang berlangsung sangat cepat telah mengubah pola interaksi, cara berpikir, dan pembentukan karakter remaja dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran berbagai platform digital memberikan ruang bagi remaja untuk berkomunikasi, membangun identitas diri, serta memperoleh informasi secara luas, namun di saat yang sama juga memunculkan persoalan baru seperti cyberbullying, kecanduan media sosial, fear of missing out (FoMO), krisis identitas, hingga penyebaran informasi palsu. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital sebagai kemampuan yang tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup kecakapan berpikir kritis, etika komunikasi, kontrol diri, dan tanggung jawab sosial di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap karakter remaja serta mengkaji peran literasi digital dalam memperkuat perilaku positif di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar, Garuda, dan beberapa sumber akademik lainnya pada rentang tahun 2020–2025. Dari proses penelusuran dan seleksi literatur, diperoleh 28 artikel yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan literasi digital menyebabkan remaja lebih rentan terhadap hoaks, tekanan sosial digital, perilaku konsumtif, dan gangguan kesehatan mental. Sebaliknya, penguatan literasi digital terbukti mampu membantu remaja membangun sikap kritis, etis, empatik, serta lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi literasi digital dalam pendidikan karakter perlu dilakukan secara kolaboratif melalui peran sekolah, keluarga, dan masyarakat guna membentuk generasi muda yang adaptif, berintegritas, dan bijak menghadapi dinamika perkembangan teknologi digital.