Sumber data diperoleh dari Google Scholar, Garuda, SINTA, dan ERIC dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru BK berperan penting dalam pemetaan kebutuhan peserta didik, pemberian layanan yang relevan dengan Kurikulum Merdeka, penguatan P5RA, serta kontribusi terhadap perkembangan akademik, pribadi, sosial, dan karier peserta didik. Bentuk layanan yang relevan meliputi layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan responsif, dan dukungan sistem. Namun demikian, implementasi peran tersebut masih menghadapi tantangan berupa persepsi sempit terhadap fungsi guru BK, belum optimalnya integrasi layanan BK dalam program sekolah, keterbatasan manajemen program, serta tuntutan profesionalisme dan kolaborasi lintas unsur pendidikan. Oleh karena itu, optimalisasi peran guru BK memerlukan penguatan kompetensi profesional, integrasi layanan BK ke dalam sistem madrasah, kolaborasi antarunsur pendidikan, dan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan. Kurikulum Merdeka membawa perubahan paradigma pembelajaran yang menekankan pada pengembangan kompetensi, penguatan karakter, fleksibilitas kurikulum, dan perhatian terhadap kebutuhan peserta didik. Dalam konteks madrasah, implementasi Kurikulum Merdeka disesuaikan dengan karakteristik lembaga dan nilai-nilai keislaman, termasuk melalui penguatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA). Kondisi ini menempatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) pada posisi strategis dalam mendukung perkembangan peserta didik secara akademik, pribadi, sosial, dan karier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis literatur mengenai peran guru BK dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Tsanawiyah. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada alur PRISMA, melalui tahap identifikasi, penyaringan, uji kelayakan, dan penetapan artikel. Sumber data diperoleh dari Google Scholar, Garuda, SINTA, dan ERIC dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru BK berperan penting dalam pemetaan kebutuhan peserta didik, pemberian layanan yang relevan dengan Kurikulum Merdeka, penguatan P5RA, serta kontribusi terhadap perkembangan akademik, pribadi, sosial, dan karier peserta didik. Bentuk layanan yang relevan meliputi layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan responsif, dan dukungan sistem. Namun demikian, implementasi peran tersebut masih menghadapi tantangan berupa persepsi sempit terhadap fungsi guru BK, belum optimalnya integrasi layanan BK dalam program sekolah, keterbatasan manajemen program, serta tuntutan profesionalisme dan kolaborasi lintas unsur pendidikan. Oleh karena itu, optimalisasi peran guru BK memerlukan penguatan kompetensi profesional, integrasi layanan BK ke dalam sistem madrasah, kolaborasi antarunsur pendidikan, dan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan.