Suci Asda Mutia Siregar
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesenjangan Implementasi Manajemen Kurikulum Merdeka Berdasarkan Fungsi POAC di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan Suci Asda Mutia Siregar; Mentari Trinolina Heriani Manalu; Febry Yeni Gultom
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026 | IN PRESS
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3393

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen kurikulum dalam menjamin keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan, serta adanya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen Kurikulum Merdeka berdasarkan fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) serta mengidentifikasi kesenjangan yang terjadi di SMPN 1 Percut Sei Tuan. Ruang lingkup penelitian mencakup aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kurikulum dalam konteks kebijakan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen kurikulum telah berjalan pada setiap fungsi POAC, namun belum optimal. Pada aspek perencanaan, masih terdapat ketimpangan pemahaman guru akibat keterbatasan pelatihan. Pada aspek pengorganisasian, koordinasi program seperti Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) belum sepenuhnya stabil. Pada aspek pelaksanaan, intensitas kegiatan proyek mengalami penurunan dan masih terdapat kesulitan dalam mengukur hasil pembelajaran. Pada aspek pengawasan, supervisi masih dominan pada pemeriksaan administrasi dibandingkan observasi langsung di kelas. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kondisi ideal dan praktik di lapangan, sehingga diperlukan penguatan kompetensi guru, konsistensi program, serta optimalisasi supervisi akademik guna meningkatkan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka.