Ilham Karisma
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PENGRAJIN KROSO MELALUI PELATIHAN DIGITAL MARKETING BERBASIS TIKTOK SHOP DI DUSUN KEDUNGGONG, KARANGANYAR Virda Ayu Ratnasari; Ilham Karisma; Adiva Krisa Artadewi; Chaerani Azzahra
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan kroso merupakan produk unggulan Dusun Kedunggong, Karanganyar, yang selama ini dipasarkan secara konvensional melalui agen atau tengkulak. Ketergantungan pada perantara ini menyebabkan pengrajin tidak memiliki kendali atas harga jual dan pendapatannya cenderung terbatas. Padahal, sebagian besar warga sudah terbiasa menggunakan aplikasi TikTok sebagai media hiburan, namun belum memanfaatkannya sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu pengrajin kroso di Dusun Kedunggong melalui pelatihan digital marketing berbasis TikTok Shop dan TikTok Live. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menempatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai inti dari setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta berhasil membuat akun TikTok, mendaftarkan toko di TikTok Shop, mengunggah produk kroso, serta mampu melakukan live TikTok secara mandiri menggunakan fitur keranjang kuning. Program ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan pemasaran digital pengrajin dan membuka saluran penjualan baru yang tidak lagi bergantung pada agen. Kegiatan ini menekankan pentingnya pendampingan berbasis teknologi yang partisipatif sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan di era digital.
Pendampingan Digitalisasi UMKM Melalui Sosialisasi, Pembuatan Google Maps, dan QRIS di Desa Planggu Annisa Nur Halimah; Friscilla Sofie Funyrosana; Hafizh Nurrafi Nugraha; Vina Aurla Putri Aziza; Faradiba Saroh; Zumrotun Nafi’ah; Ilham Karisma; Ari Budi Irmawati; Miftahul Huda; Anisa Dwi Nuraini; Syahrani Nurafiza
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/rtt8pg50

Abstract

Digitalisasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan akses pemasaran dan kemudahan transaksi. Hasil observasi awal di Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, menunjukkan bahwa sebagian pelaku UMKM di Dusun Krasak, Klegen, Sidorejo, dan Sonodimulyo belum memanfaatkan Google Maps dan QRIS dalam kegiatan usahanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya digitalisasi sekaligus mendampingi penerapan Google Maps dan QRIS untuk mendukung aksesibilitas dan pengembangan usaha. Pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui identifikasi potensi, sosialisasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Sosialisasi dilaksanakan pada 19 Juli 2026 di Aula Balai Desa Planggu dengan mengundang 40 pelaku UMKM dan dihadiri 25 perwakilan. Kegiatan meliputi penyampaian materi pemasaran digital, digital branding, manajemen keuangan, praktik pembuatan poster menggunakan Artificial Intelligence (AI), serta pendampingan Google Business Profile dan QRIS. Pendampingan QRIS dilanjutkan melalui kunjungan langsung pada 20 Juli 2026. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta dalam mengikuti praktik dan adanya minat pelaku UMKM untuk memperoleh pendampingan QRIS. Kegiatan ini membantu meningkatkan literasi digital serta memberikan akses terhadap teknologi yang dapat mendukung pemasaran dan transaksi UMKM. Keberlanjutan pendampingan diperlukan agar pemanfaatan teknologi dapat diterapkan secara konsisten dalam pengembangan usaha.