Abstract. This study aims to analyze sustainable tourism management in the Kereng Bankirai Tourism Area, Palamgka Raya City, in termsof human resources, approach through field observations conducted on May 12, 2026. The theoretical basis used is the Sustainable Development Theory introduced by Gro Harlem Brundtland (1987), which emphasizes the balance between economic, social, and environmental aspects. The results of the study indicate that from an environmental and governance perspective, tourism management has been running quite well, indicated by the availability of hygiene facilities, warning signs, transparency of ticket and attraction fares, and cooperation between the government and the community. However, in terms of human resources, limitations are still found, such as the lack of active officers in the tourism area and suboptimal local community involvement. In addition, there are still problems with scattered garbage and the condition of the wooden bridge that is starting to deteriorate. This study concludes that Kereng Bangkirai Tourism has great potential as a sustainable tourism destination, but it requires increased supervision, community empowerment, and infrastructure improvements to achieve balance and sustainable management, in the long term. Keywords: Sustainable tourism; governance; human resources; environmental management; Kereng Bangkirai. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Kawasan Wisata Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, ditinjau dari aspek sumber daya manusia, pengelolaan lingkungan, dan tata kelola. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan yang dilaksanakan pada 12 Mei 2026. Landasan teori yang digunakan adalah teori Gro Harlem Brundtland (1987), yang menekankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek lingkungan dan tata kelola, pengelolaam wisata telah berjalan cukup baik, ditandai dengan tersedianya fasilitas kebersihan, papan imbauan, transparansi tarif tiket dan wahana, serta adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Namun, pada aspek sumber daya manusia masih ditemukan keterbatasan, seperti kurangnya petugas aktif di area wisata dan keterlibatan masyarakat lokal belum optimal. Selain itu, masih terdapat permasalahan sampah yang berserakan dan kondisi jembatan kayu yang mulai rapuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Wisata Kereng Bangkirai memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan, namun diperlukan peningkatan pengawasan, pemberdayaan masyarakat, serta perbaikan infrastruktur guna mewujudkan pengelolaan yang seimbang dan berkelanjutan dalam jangka Panjang. Kata Kunci: Pariwisata berkelanjutan; tata kelola; sumber daya manusia; pengelolaan lingkungan, Kereng Bangkirai.