Brain Kaparang
Faculty of Economy and Business, Universitas Klabat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Biblical Economic Principles: A Systematic Exegetical Mapping Brain Kaparang; Grace Fresania Kaparang
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i1.12085

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi prinsip-prinsip ekonomi yang terkandung dalam Kitab Suci melalui pemetaan eksegetis sistematis terhadap teks-teks kunci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mensintesis tema-tema ekonomi utama dalam Alkitab serta mengevaluasi signifikansi teologisnya bagi pemikiran ekonomi kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan eksegetis kualitatif, ayat-ayat Alkitab yang relevan dianalisis dalam konteks sastra, historis, dan teologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi Alkitab bersifat teosentris, kovenantal, dan berorientasi etis. Sebelas prinsip yang saling terkait muncul dari analisis, yaitu: kepemilikan ilahi, kerja sebagai panggilan kudus, penatalayanan dan akuntabilitas, kekayaan dan kepemilikan materi, keadilan ekonomi, perlindungan terhadap orang miskin, utang dan pembebasan ekonomi, kemurahan hati dan redistribusi, ekonomi Sabat, ekonomi yang berorientasi Kerajaan Allah, serta praktik yang saling melengkapi antara persepuluhan dan persembahan sukarela. Secara keseluruhan, prinsip-prinsip ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dalam Kitab Suci melampaui sekadar produktivitas material, mencakup tanggung jawab moral, keadilan sosial, kesejahteraan komunal, dan pertanggungjawaban di hadapan Allah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ekonomi Alkitab menyeimbangkan produktivitas dengan penatalayanan, kekayaan dengan kemurahan hati, serta tanggung jawab individu dengan kepedulian terhadap kelompok rentan. Integrasi dengan kajian ekonomi kontemporer mengungkapkan adanya paralel yang signifikan antara ajaran Alkitab dan konsep modern seperti filantropi, penatalayanan, modal sosial, dan keberlanjutan institusional. Pada akhirnya, visi ekonomi Alkitab memberikan kerangka etis yang koheren untuk mendorong kesejahteraan manusia, keadilan, kemurahan hati, serta pengelolaan sumber daya yang setia di bawah kedaulatan Allah. Kata Kunci: Ekonomi Alkitab, penatalayanan, keadilan ekonomi, kemurahan hati, ekonomi Kerajaan Allah, kemiskinan, dan persepuluhan.
Entreprenursing - Peran Kewirausahaan dalam Pengembangan Profesi Keperawatan dan Pelayanan Kesehatan: Sebuah Tinjauan Sistematis Brain Kaparang; Grace Kaparang
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v7i2.3881

Abstract

Entreprenursing merupakan integrasi antara profesi keperawatan dan kewirausahaan yang berkembang sebagai respons terhadap transformasi sistem kesehatan, kebutuhan layanan berbasis komunitas, dan perkembangan inovasi kesehatan. Perawat tidak hanya berperan sebagai pemberi asuhan keperawatan, tetapi juga sebagai inovator, educator, leader, intrapreneur, dan entrepreneur dalam pelayanan kesehatan. Meskipun konsep entreprenursing semakin berkembang, penelitian terkait masih didominasi oleh studi konseptual dan eksploratif, sedangkan kajian yang mensintesis secara komprehensif mengenai konsep, entrepreneurship education, entrepreneurial intention, faktor pendukung, hambatan, serta implikasi entreprenursing terhadap profesi keperawatan dan sistem kesehatan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan entreprenursing melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest menggunakan kata kunci “entreprenursing”, “nurse entrepreneurship”, “nursing entrepreneurship”, dan “healthcare entrepreneurship”. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Inggris atau Indonesia, tersedia full text, dipublikasikan tahun 2019–2026, dan relevan dengan entrepreneurship dalam keperawatan. Dari total 162 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa entreprenursing mencakup praktik mandiri keperawatan, home care, telehealth, konsultasi kesehatan, pendidikan kesehatan, social entrepreneurship, dan inovasi layanan kesehatan berbasis komunitas. Faktor yang mendukung entreprenursing meliputi self-efficacy, entrepreneurial intention, pengalaman klinis, jejaring profesional, mentoring, dan entrepreneurship education. Hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan kompetensi bisnis, regulasi praktik mandiri, akses modal, tantangan etik, dan rendahnya integrasi pendidikan entrepreneurship dalam kurikulum keperawatan. Selain itu, entreprenursing berkontribusi terhadap penguatan identitas profesional perawat, peningkatan inovasi layanan kesehatan, pengembangan leadership, dan peningkatan akses pelayanan kesehatan masyarakat. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa entreprenursing memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi profesi keperawatan dan sistem kesehatan modern. Penelitian ini memberikan sintesis komprehensif mengenai entreprenursing dengan mengintegrasikan aspek entrepreneurship education, entrepreneurial intention, self-efficacy, inovasi layanan, dan pengembangan karier perawat dalam satu kajian. Oleh karena itu, diperlukan penguatan entrepreneurship education, dukungan regulasi, mentoring, dan pengembangan kompetensi bisnis agar perawat mampu berperan sebagai entrepreneur dan inovator kesehatan secara optimal.