Wahyuni Widya Safitri
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perjuangan dan Idealisme Pendidikan Tokoh Desi Istiqomah dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata: Kajian Sosiologi Sastra: The Struggle and Educational Idealism of Desi Istiqomah in the Novel Guru Aini by Andrea Hirata: A Sociology of Literature Study La Ode Sahidin; Marwati; Wahyuni Widya Safitri
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.46

Abstract

Novel Guru Aini karya Andrea Hirata menampilkan persoalan pendidikan, ketimpangan akses belajar, dan idealisme seorang guru yang memilih mengabdi di wilayah pelosok. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk perjuangan tokoh Desi Istiqomah dalam mewujudkan cita-cita sebagai guru matematika serta menafsirkan makna sosial perjuangan tersebut dalam perspektif sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian adalah novel Guru Aini karya Andrea Hirata, sedangkan data berupa kutipan narasi, dialog, dan peristiwa yang memuat perjuangan tokoh utama. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca intensif dan catat, kemudian dianalisis dengan tahapan identifikasi, reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Desi Istiqomah terwujud dalam enam tahap naratif, yaitu memperjuangkan pilihan masuk pendidikan guru, menempuh perjalanan menuju kampung pelosok, menyesuaikan diri dengan kehidupan sederhana di daerah penugasan, mencari murid yang mampu berkembang dalam matematika, mempertahankan idealisme pendidikan, dan mencerdaskan Aini. Temuan ini memperlihatkan bahwa perjuangan tokoh utama tidak hanya merupakan kegigihan individual, tetapi juga representasi kesadaran sosial tentang pemerataan pendidikan, martabat profesi guru, dan harapan emansipatoris bagi peserta didik di wilayah pinggiran. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian sosiologi sastra dengan menempatkan perjuangan tokoh sebagai bentuk agensi pedagogis yang berhubungan dengan masalah sosial pendidikan.