Erna Ningsih
Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Realitas Sosial Pascabencana dalam Novel Hujan Karya Tere Liye: Kajian Sosiologi Sastra: Post-Disaster Social Reality in the Novel Hujan by Tere Liye: A Sociology of Literature Study La Ode Akhiri Zulzaman; Wa Ode Fitriani Sari; Erna Ningsih
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.263

Abstract

Novel Hujan karya Tere Liye menampilkan dunia pascabencana yang mempertautkan persoalan kehilangan, pemulihan sosial, krisis pangan, pendidikan, moralitas, dan kasih sayang. Kajian terhadap novel tersebut penting karena realitas sosial dalam teks tidak hanya hadir sebagai latar cerita, tetapi juga sebagai cara sastra memaknai daya tahan manusia ketika struktur sosial terguncang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk realitas sosial dalam novel Hujan dan menjelaskan kontribusinya bagi pengembangan kajian sosiologi sastra. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data ialah novel Hujan karya Tere Liye yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 2016, sedangkan data penelitian berupa satuan naratif, peristiwa, dan relasi antartokoh yang merepresentasikan realitas sosial. Data dikumpulkan melalui pembacaan intensif, pencatatan pada kartu data, pengodean tematik, dan klasifikasi berdasarkan lima kategori, yaitu kekerabatan, kemiskinan, pendidikan, moral, dan kasih sayang. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi sosiologis, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas sosial dalam novel Hujan meliputi kekerabatan berbasis solidaritas pascabencana, kemiskinan akibat kerusakan ekologis dan krisis pangan, pendidikan formal dan nonformal sebagai mekanisme mobilitas serta pemulihan, moralitas relawan yang berpusat pada kepedulian, dan kasih sayang sebagai kekuatan emosional tokoh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hujan tidak hanya merepresentasikan kisah percintaan, tetapi juga menyajikan imajinasi sosial tentang ketahanan komunitas setelah bencana. Kontribusi penelitian ini terletak pada penajaman pembacaan realitas sosial pascabencana dalam sastra populer Indonesia serta pemanfaatannya sebagai bahan apresiasi sastra yang menghubungkan teks, masyarakat, dan pendidikan karakter.