Penelitian mengenai regulasi emosi dan perilaku agresif pada anak usia dini sangat penting dilakukan karena berdasarkan hasil wawancara dan observasi ditemukan tiga anak masih mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu, perlu kajian secara mendalam bagaimana peran pola asuh orang tua berkontribusi dalam mencegah timbulnya perilaku agresif pada anak, guna mewujudkan lingkungan pengasuhan yang positif, harmonis, serta mendukung perkembangan sosial dan emosional anak secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran pola asuh orang tua dalam pencegahan perilaku agresif pada anak usia dini, menganalisis pengaruh pola asuh terhadap perilaku anak, serta mengidentifikasi strategi pengasuhan yang efektif untuk menumbuhkan perilaku positif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia dini (4-6 tahun) di desa Naru. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap orang tua dan guru anak usia dini. Hasil penelitian ditemukan bahwa sebanyak 30% anak memperlihatkan perilaku kasar dan agresif, seperti memukul teman, mendorong, berbicara dengan nada tinggi, serta menentang perintah orang tua maupun guru. Tindakan-tindakan tersebut umumnya muncul ketika anak merasa kecewa, marah atau ingin menarik perhatian. Kondisi ini menunjukkan adanya hambatan dalam kemampuan anak mengendalikan emosi serta kurangnya pemahaman mengenai cara mengekspresikan perasaan secara tepat.