p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Info Kripto
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Simulasi Anti-Tamper Berbasis Deteksi Akustik Menggunakan Modul Mic MAX 4466 pada Sistem Arduino Uno: Evaluasi Kuantitatif dan Analisis Komparatif Benedicktus Erickson Perdana Hendrinanto; Muhamad Umar Nugroho; Naufal Aulia Akbar; Reidandy Dimas Harimurti; Rizal Amrullah; Vedaniar Zahra Danardini Mulia; Ricky Aji Pratama
Info Kripto Vol 20 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v20i1.140

Abstract

Keamanan perangkat keras pada ekosistem Internet of Things (IoT) menghadapi ancaman fisik berupa tampering, yaitu tindakan manipulasi atau perusakan perangkat yang berpotensi mengganggu integritas sistem, mengungkap data sensitif, maupun membuka celah serangan lanjutan. Berbeda dengan serangan pada lapisan perangkat lunak, serangan fisik sering kali tidak dapat dideteksi oleh mekanisme keamanan konvensional sehingga diperlukan lapisan tamper detection yang mampu memberikan peringatan dini terhadap indikasi gangguan fisik. Penelitian ini merancang dan mengevaluasi sistem deteksi tamper berbasis akustik menggunakan modul mikrofon analog MAX4466 yang diintegrasikan dengan mikrokontroler Arduino Uno dan buzzer sebagai alarm lokal. Sistem dirancang untuk mendeteksi karakteristik akustik yang muncul akibat aktivitas gangguan fisik pada perangkat. Evaluasi dilakukan melalui 60 percobaan yang mencakup tiga skenario pengujian, yaitu ketukan fisik pada perangkat (S1), percobaan pembukaan casing secara paksa (S2), dan kondisi kebisingan latar tinggi (S3). Ambang batas deteksi ditentukan melalui proses kalibrasi lingkungan dan ditetapkan pada 36,0 dB. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi indikasi tamper dengan akurasi keseluruhan sebesar 71,6%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan deteksi akustik berbasis sensor berbiaya rendah memiliki potensi sebagai lapisan awal tamper detection pada perangkat IoT. Selain itu, analisis komparatif menunjukkan bahwa pendekatan yang diusulkan mampu memberikan keseimbangan antara kinerja deteksi, kompleksitas implementasi, dan biaya pengembangan dibandingkan beberapa pendekatan alternatif. Kontribusi penelitian ini meliputi penyediaan baseline metrik performa untuk audio-based tamper detection pada platform IoT berbiaya rendah, pengembangan protokol pengujian tiga skenario yang dapat direplikasi, serta perumusan arsitektur referensi untuk pengembangan sistem deteksi tamper berbasis akustik pada perangkat IoT. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi integrasi mekanisme deteksi fisik dengan teknologi anomaly detection dan proteksi kriptografis pada sistem keamanan perangkat keras generasi berikutnya.
Sistem Penghapusan Data Otomatis Anti-Tampering Menggunakan ESP32-S3 dan LDR Vina Selvia; Ni'am Habibullah; Zahid Zaki Mathias; Muliawan Suleman Sandima; Ricky Aji Pratama
Info Kripto Vol 20 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v20i2.143

Abstract

Perangkat embedded yang menyimpan data sensitif rentan terhadap akses fisik tidak sah melalui pembukaan casing atau tampering. Penelitian ini mengimplementasikan sistem anti-tampering berbiaya rendah berbasis ESP32-S3 dan Light Dependent Resistor (LDR) yang memicu penghapusan aktual pada partisi flash ketika perubahan cahaya mengindikasikan pembukaan casing. Nilai ADC kondisi casing tertutup berada pada 4095, sedangkan kondisi terbuka berada di bawah ambang yang dipilih. Threshold ditetapkan sebesar 2000 dengan konfirmasi lima sampel berturut-turut. Pengujian dilakukan sebanyak 20 kali dengan data uji 16 byte pada sektor flash 4096 byte. Seluruh percobaan berhasil mendeteksi tampering, mengeksekusi erase, dan menghasilkan verifikasi baca-ulang 0xFF, sehingga tingkat keberhasilan zeroization mencapai 100%. Rata-rata waktu respons total sebesar 96,473 ms dengan simpangan baku 0,326 ms, sedangkan rata-rata durasi erase sebesar 13,336 ms. Hasil menunjukkan bahwa integrasi LDR dan ESP32-S3 dapat memberikan respons tampering yang konsisten untuk prototipe pengamanan fisik berbiaya rendah.
Analisis Ketahanan Kanal Samping Berbasis Waktu pada Algoritma Kriptografi RSA pada Mikrokontroler ESP32-S3 Naufal Akbar; Rifat Syahba; Refalita Candra; Ricky Aji Pratama
Info Kripto Vol 20 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v20i2.145

Abstract

Perkembangan pesat perangkat IoT meningkatkan adopsi algoritma RSA untuk mengamankan data. Namun, implementasi pada mikrokontroler rentan terhadap timing attack yang mengeksploitasi variasi durasi eksekusi untuk mengekstraksi kunci privat. Penelitian ini mengevaluasi ketahanan implementasi RSA 2048-bit pada mikrokontroler ESP32-S3 berbasis mbedTLS dengan hardware accelerator aktif melalui tiga skenario pengujian: rasio komputasi enkripsi-dekripsi, Test Vector Leakage Assessment (TVLA Fixed-vs-Random), dan sensitivitas bobot Hamming pada operasi raw modular exponentiation. Pengukuran waktu dilakukan pada register siklus clock CPU dengan resolusi 4,167 nanodetik (240 MHz) menggunakan interupsi terisolasi. Hasil menunjukkan waktu enkripsi rata-rata 2.275,00 μs (SD = 0,25 μs) dan dekripsi 275.400,00 μs (SD = 0,50 μs) dengan rasio 121:1. Uji TVLA menghasilkan |t|= 0.72 (p = 0,471), berada di bawah ambang batas kritis |t|< 4,5 dengan effect size Cohen's d = 0,032. Uji ANOVA (F = 1,04, p = 0,412) serta korelasi Pearson (r = -0,018) dan Spearman (p = -0,021) mengonfirmasi bahwa tidak terdapat ketergantungan waktu terhadap bobot input. Tidak ditemukan bukti statistik timing leakage pada implementasi ini, yang mengindikasikan bahwa modul akselerator perangkat keras ESP32-S3 efektif memitigasi serangan berbasis waktu pada skenario pengujian yang digunakan.